oleh

Bantah Dapat Tekanan, Quartararo Akui Ceroboh di GP San Marino

-Olahraga-44 views

POSKOTA. CO – Fabio Quartararo (SRT Petronas Yamaha/Perancis) mengakui dirinya terlalu bernafsu mengejar Maverick Vinales (Yamaha Monster Energy/Spanyol) di awal lomba, hingga berbuat ceroboh hingga terjatuh dan gagal finis  di MotoGP  seri GP San Marino, Italia, akhir pekan kemarin.

Quartararo “mendorong “seperti itu adalah “lap terakhir” untuk mengejar Jack Miller (Pramac Ducati/Australia), tapi justru ia  mencatat non-finish pertamanya musim ini karena harus  terjatuh dan gagal melanjutkan lomba.

Quartararo mengakui “terlalu bersemangat” mengikuti Vinales, karena dia tahu memiliki kecepatan yang lebih baik. “Saat saya menyalip Maverick, saya berkata ‘Oke, saya harus mendorong untuk menangkap Jack’,” jelas Quartararo. “Tapi sayangnya, saya menekan seperti lap terakhir, padahal masih ada 19 lap tersisa. Jadi, itu adalah kesalahan yang saya lakukan sendiri. Tentu saja, [berlari] di belakang Maverick bannya terlalu panas dan tekanannya naik sedikit, ”lanjutnya seperti dilansir Motorsport.com.

Sebagai hasil dari DNF-nya (gagal finis-red), Quartararo kehilangan pimpinan klasemen untuk pertama kalinya dan pindah ketangan Andrea Dovizioso (Ducati/Italia) yang mampu finis  di posisi ketujuhdi GP San Marino ini. Namun dia tidak akan mengubah pendekatannya untuk berusaha mengantongi poin di kejuaraan selanjutnya.

“Di  ​​balapan berikutnya saya ingin berjuang lagi untuk menang. Saya pikir saya terlalu bersemangat, karena ketika saya berada di belakang Maverick saya terlalu mudah, katakanlah. Saya sedang berkendara, tapi saya berkata ‘Saya bisa berkendara setengah detik lebih cepat’,” tutur Quartararo. “Dan momen seperti ini membuat frustrasi karena Anda tidak dapat menyusulnya dan Anda diblokir. Segera setelah saya menyusulnya, saya katakan saya bebas membuka throttle dan rem terlambat. Sayangnya, ban depan terlalu panas, tekanannya tinggi, tapi lebih banyak kesalahan dari saya, ” sambungnya.

Menurut Quartararo , dirinya akan menonton balapan kembali untuk belajar dari kesalahannya. Ia membantah  tekanan menjadi pemimpin kejuaraan telah menjadikannya ‘ceroboh’.

“Sejujurnya, banyak orang mengira saya mendapat tekanan karena saya memimpin kejuaraan,” ucap Quartararo. “Tapi saya dapat memberitahu Anda bahwa saya benar-benar tidak peduli. Tujuan utama ketika saya tiba di sini adalah saya ingin cepat dan memiliki kemungkinan untuk berjuang demi kemenangan. Ini tahun kedua saya, saya berusia 21 tahun. Tentu saja, saya ingin memenangkan kejuaraan, tetapi sekarang tidak ada tekanan yang perlu saya pikirkan tentang kejuaraan,” tambah Quartararo. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *