‘WANITA ISLAM’ SIAP MENANGKAN CAGUB NOMOR 3 – Poskota.co
Saturday, September 23

‘WANITA ISLAM’ SIAP MENANGKAN CAGUB NOMOR 3

Ketua Umum PP Wanita Islam Dra Hj Musthofa MPd, Ketua PP Wanita Islam Dra Hj Maryam Ahmad MPd, mantan ketua umum PP Wanita Indonesia pertama Zaenab Damiri, beserta pengurus lainnya, saat menghadiri Milad Ke-55 Wanita Islam di Gedung Wisma Wanita Islam, Jl Balai Rakyat No 52A, Klender Jakarta Timur, Sabtu (15/4).
Ketua Umum PP Wanita Islam Dra Hj Marfuah Musthofa MPd, Ketua PP Wanita Islam Dra Hj Maryam Ahmad MPd, Ketua Umum PW Wanita Indonesia Jakarta Zaenab Damiri, beserta pengurus lainnya, saat menghadiri Milad Ke-55 Wanita Islam di Gedung Wisma Wanita Islam, Jl Balai Rakyat No 52A, Klender Jakarta Timur, Sabtu (15/4).

POSKOTA.CO – Ketua Umum Pengurus Pusat Wanita Islam Dra Hj Marfuah Musthofa MPd mengatakan, sejalan dengan visi dan misi Wanita Islam untuk memenangkan gubernur muslim DKI Jakarta, maka Pengurus Pusat Wanita Islam menyatakan sikap, mewajibkan kepada umat Islam di seluruh wilayah DKI Jakarta untuk bersama-sama menggunakan hak pilihnya pada Pilkada DKI Jakarta pada 19 April 2017.

“Alhamdullilah kesadaran umat Islam DKI Jakarta tetap teguh dan istiqamah dalam memilih pasangan gubernur muslim DKI Jakarta. Mewajibkan seluruh anggota Wanita Islam yang berada di Wilayah DKI Jakarta untuk memilih pasangan calon nomor 3 sebagai upaya memenangkan calon gubernur muslim, untuk membangun Jakarta dan Indonesia yang lebih baik, maju dan bahagia warganya,” kata Hj Marfuah Musthofa, pada acara Doa dan Zikir Milad Ke-55 Wanita Islam di Gedung Wisma Wanita Islam, Jl Balai Rakyat No 52A, Klender Jakarta Timur, Sabtu (15/4).

PP Wanita Islam menugaskan seluruh anggotanya dari tingkat pusat sampai ranting yang berada di wilayah DKI Jakarta untuk ikut mengawasi dan melaporkan kecurangan-kecurangan yang kemungkinan terjadi, serta mewaspadai isu-isu dan fitnah yang bisa merugikan calon gubernur muslim.

“Menjaga keamanan dan ketertiban bersama agar proses demokrasi melalui Pilkada DKI Jakarta berjalan dengan aman dan damai, tidak terpancing oleh segala macam provokasi. Mewajibkan kepada seluruh keluarga besar Wanita Islam agar mengajak anggota keluarganya yang berada di Jakarta untuk memilih pasangan calon gubernur muslim DKI Jakarta Anies Rasyid Bawesdan dan Sandiaga Salahuddin Uno,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PP Wanita Islam Dra Hj Maryam Ahmad MPd mengatakan, kegiatan milad ke-55 kali ini dilakukan dalam berbagai bentuk seperti pelatihan, seminar, workshop, ceramah agama, majelis taklim, bakti sosial, mengelola pendidikan khususnya PAUD dan TK, TKA/TPA dan pesantren untuk anak tidak mampu dari berbagai daerah, serta pemberdayaan ekonomi melalui koperasi BMT dan kelompok usaha masyarakat (Pokusma).

Menurut Maryam, kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, keilmuan, keterampilan, kepemimpinan serta kemampuan berorganisasi pengurus dan anggota, dan meningkatkan wawasan dan kepekaan serta kemampuan anggota dalam menghadapi tantangan dan permasalahan di berbagai bidang kehidupan umat, terutama muslimah baik di tingkat nasional maupun regional serta internasional.

“Selain itu, kegiatan doa dan zikir milad yang mengambil tema, ’55 Tahun Wanita Islam Menanam dan Menabur’ ini, untuk mengembangkan kemandirian organisasi yang bebas dari tergantungan dan keberpihakan terhadap individu maupun lembaga di luar organisasi. Mengembangkan jaringan, kerja sama dengan instansi pemerintah dan nonpemerinta di tingkat nasional, regional, internasional terutama organisasi Islam. (*/de/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.