WANITA BELAJAR MOBIL KECEMPLUNG KALI – Poskota.co

WANITA BELAJAR MOBIL KECEMPLUNG KALI

28mobil2POSKOTA.CO – Salah injak gas mau ngerem, karena baru belajar mobil Nissan Grand Livina dengan nomor polisi B 1858 BOO yang dikemudikan Nur Faizah,33, kecemplung Sungai Cisadane, Tangerang, Minggu (28/2/2016)

Nur, siang itu tengah belajar dengan suaminya yang duduk di samping kemudi, ketika melintasi Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna langsung menerobos pagar dan masuk ke dalam anak kali Sungai Cisadane, persis di depan Stadion Persita Tangerang.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Triyani Handayani membenarkan peristiwa tersebut. “Iya benar, kecelakaan tunggal, saat ini sudah akan diderek,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara, Nur Faizah masih syok dengan kejadian yang dialaminya.

“Dia tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) karena sedang berlatih dengan suaminya,” lanjut AKP Triyani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.