taher 29/11/2015

PEPENPOSKOTA.CO – Walikota Bekasi Rahmat Effendi menjadi bahan obrolan masyarakat Bekasi, karena pakai ijazah SMA yang diduga palsu. Bahkan kasus pemalsuan ini kabarnya sudah diadukan ke polisi, namun belum ada tindak lanjutnya.

Rahmat Effendi yang akrab disapa Pepen kabarnya tak pernah mengenyam di bangku SMA 52 Cilincing Jakarta Utara, tapi dalam karier politiknya dia menggunakan ijazah di SMA 52 kelulusan pada tanggal 25 Februari No Kep.25/I01.IA/I.85 Tahun 1985.

Dinas pendidikan DKI Jakarta harus menjelaskan keabsahan ijazah yang dieluarkan SMA 52 Cilincicing Jakarta Utara,agar publik mengetahui tidak bertannya-tanya tentang informasi dan kebenarannya. “Kalau isue ini berlarut-larut bisa menimbulkan berbagai tanggapan kurang baik terhadap walikota,” ungkap Bahrun yang mengadukan kasus tersebut.

JK: PNS HARUS JUJUR

Sementara itu Walikota Bekasi Rahmat yang dikonfirmasi melalui HP nya 08121234xxxx hingga berita ini ditayangkan belum memberikan klarifikasi. Tidak mencuatnya kasus ijasah palsu Walikota Bekasi diduga kuat melibatkan para penguasa untuk membungkam agar kasusnya tidak mencuat ke publik.

Soal ijazah palsu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, polisi harus membuka identitas pejabat yang memakai ijazah palsu. JK menilai pemakaian ijazah bodong itu membuktikan ketidak jujuran orang tersebut. JK pun sulit percaya pejabat itu akan melayani masyarakat dengan baik.

‎”Semua orang apalagi PNS, selalu bersumpah untuk jalankan sesuai aturan yang ada sesuai kejujuran. Kalau pakai ijazah palsu berarti kan tidak jujur,” tandas wakil presiden

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*