Djoko Waluyo 15/05/2014
Keindahan alam
Keindahan alam

POSKOTA.CO – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan sikap Walhi agar rencana reklamasi Teluk Benoa Bali dapat dihentikan karena merupakan bentuk eksploitasi.

“Salah satu upaya Walhi dalam menghentikan Pemerintah melakukan eksploitasi kawasan Teluk Benoa adalah dengan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden RI dengan tuntutan agar proses perubahan dihentikan,” kata Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Abetnego Tarigan dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, surat terbuka kepada Presiden Yudhoyono juga menginginkan agar berbagai pihak, baik individu maupun korporasi, yang berada di balik upaya reklamasi kawasan Benoa agar dapat segera diusut.

Ia berpendapat bahwa rencana Pemerintah melakukan reklamasi Teluk Benoa di Provinsi Bali adalah salah satu contoh kasus yang telah membuat kehidupan masyarakat sekitar merasa terancam akan bencana ekologis, reklamasi tersebut akan berdampak pada penurunan daya dukung lingkungan hidup di Provinsi Bali.

Walhi juga menilai bahwa rencana reklamasi seluas sekitar 800 hektare akan mengancam sumber-sumber kehidupan setidaknya satu juta jiwa penduduk wilayah sekitar teluk.

Selama ini, lanjut dia, Pemerintah cenderung melakukan perubahan tata ruang dalam memenuhi ambisi pembangunan infrastrukturnya sehingga kepentingan lingkungan menjadi tidak penting.

Seharusnya, tegas Abetnego, Pemerintah tetap berupaya melindungi lingkungan dan hak-hak rakyat dengan cara tidak melakukan upaya dengan dalih apa pun guna mengubah atau bahkan mengeksploitasi teluk Benoa guna kepentingan ekonomi korporasi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :