Djoko Waluyo 14/06/2014
Salah satu adegan dalam film porno
Salah satu adegan dalam film porno

POSKOTA.CO – Sebelum informasi ini ditulis hati penulis berkecamuk, apa perlu harus berbagi info ini. Tapi bukan untuk di contoh. Beberapa waktu lalu, POSKOTA.CO menjumpai cammers (julukan untuk penjaja seks online), di bilangan Depok, Jawa Barat. Sebut saja Jenny namanya. Ia Janda beranak dua.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya keseharian, Jenny membuka jasa seks online yang kita kenal dengan Cammers. Modalnya hanya webcam, Nikki wanita berusia 24 tahun dapat memperoleh keuntungan lebih dari U$300 setiap minggu dari usaha prostitusi rumahan bernama “Freecam”.

Freecam adalah produksi film porno yang diproduksi rumah sendiri oleh penjaja seks online melalui streaming.

Yang dibutuhkan, Freecam hanya perlu akses internet dan webcam saja.Dalam aktivitas seksualnya oleh seorang Freecam, pelanggan Freecam merupakan orang asing. Jennyi mengatakan dirinya mendapat keuntungan yang sangat besar dari usaha seks onlinenya itu.11seks

“Saya tidak perlu berhubungan seks untuk mendapatkan uang. Seks bagi saya adalah urusan pribadi. Seks yang dibayar pelanggan hanya untuk melihat saja,” katanya Jenny di rumahnya kepada POSKOTA.CO,

Pelanggan yang melakukan login ke area chatting secara gratis dan bisa bernegosiasi harga.Dia melayani pelanggan banyak sekaligus, dan juga pelayanan eklusif satu persatu.

“Berawal dari iseng-iseng. gratisan dulu, eh lama-lama kok menghasilkan dolar nih. gue terusin saja,” tuturnya.

Sejauh ini situs Freecam cukup populer di kalangan mahasiswa yang membutuhkan biaya kuliah.Tidak seperti pekerja seks tradisional, Freecam bekerja untuk diri mereka sendiri.

Mereka merupakan operator independen, yang menegosiasikan syarat mereka sendiri dan dengan mudah dapat melarang setiap perhatian yang tidak diinginkan.

Juga, selain dari pertukaran nomor kartu kredit, klien mereka anonim. Jenny menuturkan, pekerjaan yang saya lakukan ini bebas terhindari dari seks langsung dan juga bahaya penyakit aids.

“Namun, apa yang saya lakukan jangan ditiru, ini pekerjaan dosa. Dan tidak untuk menularkan hasrat bisnis moral, hanya berbagi cerita profesi,” imbuhnya.

Saat ini jumlah peminat seks online bertambah, namun masih taraf hobby. Tapi, kalau sudah kearah profesional, cara ini masih sangat sedikit. Tapi janganlah ditiru. (hais).

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*