Djoko Waluyo 25/04/2014

24guruPOSKOTA.CO – Ratusan guru PNS sertifikasi dikota Semarang dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sejak sepekan ini mulai resah. Penyebabnya, rapelan tunjangan sertifikasi mereka selama 3 bulan tak kunjung keluar. Nilai per bulannya sebesar satu kali gaji pokok, sekitar Rp. 2 juta hingga Rp. 3,5 juta untuk masing-masing guru.

“ Biasanya, tunjangan sertifikasi ini diberikan setiap triwulan dengan besaran satu kali gaji pokok. Namun untuk periode pertama tahun ini kami belum menerima. Padahal tahun 2014 sudah menginjak akhir minggu bulan keempat, seperti saat ini harusnya sudah cair, karena jadwal pembayaran dari Kemendikbud tunjangan itu diberikan pada tanggal 9 – 16 April, ’’keluh salah seorang guru sertifikasi mewakili teman-temannya kepada wartawan, Jum’at (25/4).

Guru sertifikasi ini, adalah guru-guru PNS ataupun non PNS yang sudah mendapatkan predikat sebagai guru profesional dan untuk memperolehnya predikat itu, seorang guru harus mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang ditunjuk oleh kemendikbud serta kelulusannya dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
Sedangkan untuk memperoleh tunjangan tersebut, seorang guru harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya adanya kelengkapan rencana program pembelajaran dalam satu semester dan jumlah tatap muka minimal 24 jam dalam satu minggu. Khusus guru SD, persyaratan tersebut mudah dilengkapi karena mereka adalah guru kelas. Mereka mengajarkan semua pelajaran kepada siswa, kecuali Bahasa Inggris dan Agama.

Beberapa guru lain juga menyebutkan, mereka sudah mengumpulkan berkas-berkas kelengkapan administrasi untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi itu sejak dua bulan yang lalu.

Toh demikian, pembayaran tunjangan sertifikasi itu hingga saat ini belum ada kabarnya. “Menurut pemberitaan di televisi dan surat kabar, pihak Kemendikbud dan Kemenkeu sudah mentransfer tunjangan tersebut ke masing-masing kas rekening daerah diseluruh Indonesia sejak 9 April lalu,” tambah guru yang lain.

Kondisi serupa juga terjadi di kota Semarang, dan sangat berbeda dengan kabupaten atau kota lainnya yang ada di Jawa Tengah, seperti kota Salatiga, Demak dan Kendal sudah cair sejak beberapa minggu yang lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dra. Dewi Pramuningsih membenarkan belum cairnya tunjangan sertifikasi guru dikarenakan masih dalam proses dan saat ini pihaknya sedang melakukan penghitungan besarnya tunjangan sertifikasi untuk masing-masing guru.
“Semua pasti ada prosesnya, dan sekarang berkas-berkas lainnya masih dalam pengerjaan,’’papar Dewi.(rief)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*