Djoko Waluyo 15/06/2014

zlat aPOSKOTA.CO – Di lapangan hijau Tuhan sering dilibatkan atau dibawa-bawa, baik sebelum maupun usai laga. Namun sejauh ini pemain sepakbola dalam pernyataannya kebanyakan memohon bantuan Tuhan.

Tidak seperti Lord William Pirrie ( arsitek kapal Titanic) yang dengan arogan mengatakan, “Bahkan Tuhan tak bisa menenggelamkan kapal ini…” Namun sejarah mencatat, secara tragis Titanic tenggelam setelah menabrak gunung es.

Sejauh yang tercatat, pemain sepakbola tidak ada yang merendahkan Tuhan, sekalipun tim dari negara Komunis.

Meski ada yang menyebut Tuhan dengan bercandaan yang keterlaluan. Kebanyakan pemain bola mengagungkan Tuhan, karena mereka dalam tekanan sebelum bertanding. Dan setelah menang kebanyakan mereka mengucapkan syukur kepada Tuhan, tidak jumawa sebagaimana yang pernah diucapkan oleh Lord William Pirrie.

Di final Piala Eropa 2004 misalnya, ketika di final tuan rumah Portugal bertemu Yunani (yang kemudian dimenangkan Yunani), usai laga para pemain Yunani mengatakan, gawang Yunani dijaga Para Dewa.

Yunani memang dijuluki ‘Negara Para Dewa’. Di final itu Portugal vs Yunani saat itu hampir tak ada yang menjagokan Yunani, karena mereka harus berhadapan dengan tuan rumah dan ada maha bintang Cristiano Ronaldo alias CR7.

Meski gawang Yunani dibombardir Portugal, Yunani berhasil mencuri satu gol, dan juara Eropa untuk pertama kalinya. Namun Sabtu malam tadi (14/6) di Piala Dunia 2014 Yunani digilas Columbia 3 – 0, entahlah apa yang diucapkan para pemain Yunani.

Masih ingat salah satu gol Maradona tahun 1986 ketika melawan Inggris? Saat itu Maradona menciptakan gol dengan tangan, dan disahkan wasit. Usai laga di depan pers Maradona mengatakan, gol itu tercipta berkat tangan Tuhan. Pers Inggris dengan sengit dan jengkel menjawab, “Diego, gol itu bukan karena tangan Tuhan, tapi tangan curang seorang Maradona…”

Dan ketika Maradona ke Inggris belum lama ini, ia bertemu dengan musisi Noel Gallagher (band Oasis), penggila bola yang juga fans fanatik club Manchester City. Lalu keduanya bersalaman dan fotonya diposting oleh Noel di media sosial, dan diberi judul ‘Maradona bersalaman dengan Tuhan…’ Amit-amit, deh…. !

Pemain moslem yang berkiprah di Piala Dunia juga sering melibatkan Tuhan dalam pernyataannnya. Pemain Arab Saudi di Piala Dunia 1994, Saeed Owairan membuat gol yang spektakuler, ia melewati 5 orang pemain Belgia. Gol ini sedikit dibawah level gol yang diciptakan Maradona ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986 yang melewati 6 orang pemain Inggris.

Usai laga, sebagaimana umumnya orang Islam, Saeed Owairan mengatakan, gol itu ‘Berkat Alloh’. Demikian pula ketika striker Turki, Hakan Sukur, di Piala Dunia 2002. Ia menjebol gawang Korea Selatan yang dijaga Lee Woon-Jae saat laga baru berjalan 10,8 detik (dibulatkan jadi detik ke-11).

Sebuah gol yang dicatat FIFA tercepat sepanjang sejarah dalam Piala Dunia. Sama dengan Saeed Owairan, Hakan Sukur usai laga juga mengucapkan jika gol itu ‘Berkat Alloh…”

Pemain sepakbola lain yang ekstrim dalam melibatkan Tuhan barangkali adalah Hristo Stoichkov. Pemain bengal dan kontroversi yang berjaya tahun 1990-an ini asal Bulgaria di Piala Dunia 1998, ia menyebut Tuhan milik Bulgaria dan berpihak kepada Bulgaria.

Pemain yang dikenal kasar namun memilki skill tinggi ini dan pernah bermain untuk Barcelona dan Al Nassr ini memang sering bicara ceplas ceplos, termasuk pembicaraannya yang ‘memonopoli Tuhan’ itu. Mungkin karena tak ingin ‘dimonopoli’ maka Tuhan tak pernah menjadikan Bulgaria sebagai juara, baik di level Piala Dunia maupun Pila Eropa.

Pemain brilian Swedia keturunan Bosnia, Zlatan Ibrahimovic, menjelang play off Piala Dunia 2014 negaranya melawan Portugal, ia menyebut dirinya Tuhan, meski kabarnya dengan bercanda. Saat itu Zlatan diwawancara reporter TV4 Swedia. Inilah wawancara itu :

TV4 : Siapa kira-kira yang akan memenangkan playoff antara Swedia vs Portugal?
Zlatan : Hanya Tuhan yang tahu.
TV4 : Agak sulit bertanya kepada Tuhan.
Zlatan : Kamu tahu, kamu sekarang sedang bicara dengan Tuhan sekarang…

Dan akhirnya dalam play off itu, Swedia disingkirkan Portugal.

Subhanallah……

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*