taher 27/01/2016
ILUSTRASI
ILUSTRASI

POSKOTA.CO – KBRI Damaskus berhasil menyelamatkan Casih Bt Waan, tenaga kerja wanita (TKW) asal Subang, Jawa Barat, dari wilayah konflik Deir Ezzor yang hingga kini masih dikepung ISIS.

“Casih Waan saat ini telah ditampung sementara di penampungan KBRI Damaskus sejak tanggal 14 Januari 2016. Bila sudah rampung urusan administratif keimigrasiannya, maka akan segera direpatriasi ke Indonesia,” kata Kepala Fungsi Penerangan dan Sodial Budaya KBRI Damaskus, AM Sidqi, Selasa.

Proses evakuasi Casih Waan itu berawal pada akhir Desember 2015 lalu, ketika KBRI Damaskus menerima permohonan dari majikan untuk memulangkan Casih Waan.

Disebutkan, Casih bekerja pada majikannya tersebut sejak 2011 dan telah menyelesaikan kontrak kerjanya dari wilayah konflik Deir Ezzor.

Sidqi mengisahkan, proses evakuasi itu menempuh medan yang sulit akibat jalur darat keluar dari kota Deir Ezzor diputus dan dikepung oleh para pemberontak.

Hingga saat ini, Provinsi Deir Ezzor merupakan salah satu dari sedikit wilayah yang masih dikuasai Pemerintah Suriah di wilayah Timur yang berbatasan dengan Irak.

MILITER SURIAH

Pada Mei 2015, militan ISIS berhasil menguasi Palmyra dan memotong jalur pasokan logistik yang masih tersisa untuk Deir Ezzor.

Sejak kota ini dikepung ISIS, kebutuhan penduduknya hanya dapat dipasok melalui udara dengan menggunakan helikopter.

Meskipun kelompok ISIS terus berusaha menghentikan pasokan dengan menyerang Pangkalan Udara Deir Ezzor, tetapi upaya tesebut selalu digagalkan oleh pasukan elit Pemerintah, Republican Guards of the 104th Airborne Brigade.

Menurut Pelaksana Fungsi Konsuler KBRI Damaskus, Makhya Suminar, perlindungan TKI di wilayah konflik dapat terlaksana berkat hubungan yang terjalin baik dan terus dibina antara KBRI Damaskus dengan Kementerian terkait di Suriah.

“Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Suriah dalam penyelamatan Casih Waan patut dihargai mengingat dalam kondisi sulit dan terkepung, militer Suriah masih bersedia menyelamatkan seorang WNI,” ujarnya.

Makhya mengemukakan, Pemerintah Suriah sangat menghargai posisi Pemerintah Indonesia yang tidak berpihak dalam konflik yang terjadi di Suriah dan tetap membuka misi diplomatiknya di Damaskus dengan dipimpin oleh seorang Duta Besar.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*