TERSANGKUT KABEL PENGENDARA MOTOR TEWAS – Poskota.co
Saturday, September 23

TERSANGKUT KABEL PENGENDARA MOTOR TEWAS

Tersangkut kabel saat mengendarai motor
Tersangkut kabel saat mengendarai motor

POSKOTA.CO – Tersangkut kabel proyek yang terjuntai saat melintas di jembatan layang atau fly over Pasar Kebayoran Lama arah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sugeng Widodo,29, pengendara motor jatuh dan tewas di tempat kejadian.

Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, kecelakaan maut tersebut terjadi Kamis (30/6/2016) sekira pukul 07.30 WIB tadi. Korban yang merupakan warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu melaju dari arah Ciledug menuju Kebayoran Baru.

“Korban menggunakan motor Pulsar nopol B 3964 BXS‎. Diduga korban tersangkut kabel‎ lampu proyek PP,” ujar Kompol Purwanta kepada wartawan, Kamis (30/6/2016).

Berdasarkan keterangan saksi, kata Kompol Purwanta, korban melintas di fly over Pasar Kebayoran Lama atau tepatnya di bawah proyek pembangunan jalan layang Transjakarta Ciledug-Tendean. Saat itu korban menabrak kabel yang terjuntai dari proyek jalan layang. Korban terjatuh dan langsung meninggal di tempat.

“Korban tewas akibat luka di kepala. ‎Korban masih mengenakan helm, tapi pecah karena terbentur keras di aspal. Pas jatuh, kondisi helm masih terpakai,” katanya.

‎‎Kini kasus tersebut masih ditangani aparat Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi telah menyita barang bukti berupa kabel dan akan memeriksa penanggung jawab proyek.

“Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke RS Fatmawati untuk keperluan visum,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)