harmono 19/07/2014

hakimPOSKOTA.CO – Prestasi membanggakan kembali diraih PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom). Pada Rabu (16/7) lalu, mereka menempati peringkat kedua dalam ajang penghargaan ‘Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brand 2014’ yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Brand Finance di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pimpinan Redaksi Majalah SWA, Kemal Gani dan Direktur Pengelola Brand Finance Asia Pasifik, Samir Dixit, kepada Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Service Telkom. Selain itu, Telkom juga masih menerima dua penghargaan lainnya, yaitu ‘1st Rank In Strongest Indonesia Brands’ dan ‘2nd Rank of The Highest Brand Value Growth In Indonesia’.

Awaluddin selain menerima penghargaan juga diberi kesempatan menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut. Dia menyampaikan materi mengenai “Leveraging Brand Value in TIMES Industry”. Dijelaskannya, saat ini Telkom berada di peringkat kelima dalam Market Capitalization dengan nilai Rp 267 triliun dan ini membuktikan bahwa Telkom ingin menunjukkan performansi yang baik pada masyarakat. Karena brand merupakan bagian dari corporate reputation Telkom. Maka untuk membentuk reputasi yang baik salah satunya dengan menunjukkan performansi yang baik.

“Brand value merupakan salah satu faktor penting yang menentukan dan menunjang pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan. Untuk membuat imej perusahaan yang baik kita juga perlu menunjukkan identitas perusahaan kita, bagaimana hasil pencapaian berupa bentuk penghargaan dan bagaimana maintain brand value yang hendak dibangun. Karena dengan pengelolaan yang baik maka akan tercipta imej perusahaan yang baik pula,” ujar Awaluddin.

‘Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands’ merupakan pemeringkatan 100 perusahaan publik Indonesia dengan brand value tertinggi, yang diselenggarakan oleh Brand Finance, lembaga konsultan brand internasional bekerja sama dengan Majalah SWA. Brand yang dimasukkan di dalam peringkat ini terdiri dari corporate brand dan product brand. Pemeringkatan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai yang dibutuhkan untuk membangun sebuah brand. Ternyata setelah diadakan survei, untuk menciptakan brand yang kuat dibutuhkan investasi yang sangat besar.

Direktur Pengelola Brand Finance Asia Pasifik Samir Dixit mengungkapkan, metodologi yang digunakan Brand Finance untuk memvaluasi sebuah brand melibatkan performansi keuangan sebagai aspek kuantitatif dan rating dari Brand Strength Index (BSI) sebagai aspek kualitatif.

Secara kuantitatif, Brand Finance menilai brand value dengan pendekatan royalty relief, dengan melihat proyeksi revenue brand dalam 3-5 tahun ke depan, tarif pajak dan discount rate di pasar. Sedangkan dari sisi kualitatif, Brand Finance menilai dan merating brand serta mengukur seberapa kuat brand tersebut.

Telkom menempati peringkat 2 dengan Brand Value US$ 1,92 miliar. Ini adalah peningkatan dibanding tahun lalu yang mendulang 1,62 miliar dolar AS. Telkom juga tercatat sebagai satu-satunya perusahaan yang meraih brand rating triple A minus (AAA-) yang mana rating tersebut menggambarkan bahwa sesuai dengan penilaian Brand Finance, brand Telkom hampir mencapai extremely strong. Telkom menjadi salah satu dari dua perusahaan yang memiliki brand rating triple A di Asia. Satu lagi perusahaan yang meraih brand rating triple A di Asia adalah Singapore Airlines. (Hakim)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :