TAS DIJAMBRET, GAGAL MUDIK KE JOGJA – Poskota.co

TAS DIJAMBRET, GAGAL MUDIK KE JOGJA

Korban melapor ke petugas
Korban melapor ke petugas

POSKOTA.CO – Hendak pulang kampung halaman Jogjakarta, dijambret bandit di halte depan PT Suzuki Jalan Raya Diponegoro, Tambun Selatan, Rabu (29/6) malam, saat menepi di jalan karena hujan.

Korban bernama Septian Murdo, 24, warga Geneng, Desa Palar, Kabupaten Klaten, dijambret dua pria bermotor matic ketika ia sedang menepi di pinggir jalan, karena hujan. Dia mudik dengan menggunakan sepeda motor dari Jakarta.

Dua orang berboncengan dengan menggunakan motor matic putih dengan nomor polisi (nopol) tak dikenal langsung menjambret tasnya yang berada dipinggir jalan.

“Korban mau pulang kampung ke Jogja menggunakan sepeda motor. Lantaran hujan korban menepi tapi tiba-tiba ada dua orang tak dikenal langsung menghampiri dan menjambret tas korban yang terletak di jok sepeda motornya,” kata Kasie Humas Polsek Tambun Iptu Tri Mulyono Kamis (30/6).

Barang yang hilang 1 tas ransel warna hitam berisi baju baju, uang 1 juta rupiah, cincin emas 3 gram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_3182" align="alignnone" width="300"] ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO- Hukuman mati yang disandang Silvester Obiekwe alias Mustofa,50, Warga Negara Nigeria tidak membuatnya sadar. Justru Silvester Obiekwe alias Mustofa kembali menjalankan bisnis haramnya. Ulah si hitam itu akhirnya dibongkar aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), dari dalam Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Aksi Obiekwe dibantu oleh teman satu selnya bernama Andi,32.” Dia mengendalikan bisnis narkobanya dari balik jeruji besi. Meski sudah divonis mati tidak membuatnya jera,” kata Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, Jumat(30/1). Anang menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah petugas BNN menerima inpormasi intelijen, yang menyebutkan bisnis narkoba asal Goangzu, Tiongkok dikendalikan oleh Silvester Obiekwe alias Mustofa, yang mendekam di Lapas Nusakambangan. Berkat informasi itu, kata Anang, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB. Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti berupa 1.794 gran shabu. "Kami lakukan pengembangan ke kontrakan di kawasan Kemayoran dan kembali menemukan barang bukti sabu 5.828 gram. Disembunyikan di dalam kardus. Sabu tersebut dikemas dalam 56 pastik berukuran sedang. Jadi total sabunya 7.622 gram," ungkap mantan Deputy Pencegahaan BNN ini. (sapuji)