harmono 20/04/2019

POSKOTA.CO – Tiga anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mendapat apresiasi setelah berhasil menangkap pelaku pembunuhan mutilasi di Blitar. Pemberian penghargaan ini dilaskanakan di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metrojaya, Sabtu (20/4/2019).

Ketiga anggota berprestasi personel PJR tersebut yakni Aiptu Ery Suryadi, Aipda Dwi Pujiadi, dan Brigadir Fani Dwi Anggoro terkait dengan penangkapan tersangka kasus pembunuhan mutilasi di Blitar, Jawa Timur, dengan menangkap satu pelaku di Off Ramp Tol Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf SIK, MHum mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas kinerja personel yang secara cepat merespons dan menindaklanjuti informasi, yaitu melaksanakan tindakan kepolisian dengan menangkap pelaku pembunuhan mutilasi yang terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, Jawa Timur.

“Semoga dengan pemberian reward ini juga menjadi stimulan kepada personel yang lain untuk berkontribusi positif menuju Polri yang profesional modern dan terpercaya (promter-red),” kata Kombes Pol Yusuf.

Kronologis
Yusuf menjelaskan, kronologis kejadian penangkapan tersebut adalah pada Jumat (12/4/2019), sekitar pukul 07.45 WIB, Aiptu Ery menerima informasi dari grup WhatsApp PJR (sumber informasi dari Kasat PJR) dan informasi operator HT TMC dan Sat PJR bahwa ada pelaku pembunuhan mutilasi di Blitar, melintas di ruas tol dalam kota Cawang arah Gerbang Tol Tebet 1 dengan menggunakan Bus PO Puspa Jaya Nopol BE 7052 CU.

Selanjutnya sekitar pukul 07.46 WIB, Kanit III Induk I Sat PJR Iptu Dody Maryadi melalui HT memerintahkan mereka untuk menangkap pelaku pembunuhan. Kemudian Aiptu Ery Suryadi beserta dua rekannya bersiap untuk menghentikan Bus PO Puspa Jaya serta menangkap pelaku pembunuhan.

“Sekitar pukul 07.47 WIB, Bus PO Puspa Jaya Nopol BE 7052 CU warna hijau melintas di ruas tol Tebet 1 kemudian dilakukan pengejaran oleh Tim K 01-913,” kata Yusuf.

Kemudian, sambung Yusuf, sekitar pukul 07.49 WIB Tim K 01-913 berhasil menyalip dan menghentikan Bus PO Puspa Jaya Nopol BE 7052 CU itu, di Off Ramp TOl Tegal Parang, dan selanjutnya Aiptu Ery Suryadi dan Tim K 01-913 naik dan masuk ke dalam bus tersebut.

“Setelah di dalam bus Aiptu Ery Suryadi dan dua rekan lainnya mengeluarkan maklumat kepada sopir dan penumpang bus berupa Peristiwainformasi, bahwa mereka anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, dan bahwa atas nama Undang-Undang akan melakukan penangkapan seorang yang diduga pelaku tindak pidana kriminal yang berada di dalam bus tersebut,” ucap dia.

Selanjutnya sekitar pukul 07.50 WIB pada saat Aiptu Ery Suryadi dan dua rekan lainnya melihat orang yang diduga pelaku pembunuhan dan langsung meringkusnya. Pada saat itu Kanit III Induk I Sat PJR datang dan membantu proses penangkapan.

“Selanjutnya Kanit III Induk I Sat PJR melaporkan ke Ka Induk I Sat PJR tentang keberhasilan penangkapan yang kemudian diteruskan ke Kasat PJR, atas petunjuk Kasat PJR agar pelaku segera diserahkan ke SPKT Polda Metro Jaya, dan dilanjutkan diserahkan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ucap Yusuf.

Pembunuh Guru Honorer
Sebelumnya, Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menangkap seorang pria yang diduga merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap guru honorer Budi Hartanto (28 tahun), di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Pria yang diketahui berinisal AS tersebut, diciduk pada Jumat pukul 07.50 WIB setelah anggota Lantas memperoleh informasi yang berasal dari Ditreskrimum Polda Jatim, bahwa pelaku akan menuju Jakarta menggunakan bus.

AS diduga merupakan salah satu pelaku pembunuhan sadis pada seorang guru honorer, Budi Hartanto, yang jasadnya ditemukan tanpa kepala di bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019).

Sedangkan bagian kepalanya ditemukan di aliran Sungai Ploso Kerep, Bleber, Kras, Kediri, tersangkut pada rumpun bambu. Bagian kepala korban ini terbungkus plastik dibuang kedua pelaku di Dam Bleber, Kecamatam Kras, Kabupaten Kediri.

Jarak antara tempat kejadian perkara (TKP) pembuangan bagian tubuh dalam koper dengan bagian kepala korban jaraknya terpaut sekitar 10 kilomterer. Untuk diketahui, selain menangkap AS, polisi juga telah menciduk satu pelaku lagi yaitu AP pada Kamis (11/4) malam di kawasan Kediri. (*/rel/oko)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*