Djoko Waluyo 04/05/2014

EmonPOSKOTA.CO – Sodomi itu menular. Sebelum “dipakai” Emon, sebagai remaja yang hidup normal, tapi setelah ia mengalami pemaksaan oleh teman di atas usianya Emon mengalmi perubahan.

Kekecewaan demi kekecewaan datang silih berganti. Kekasih yang awalnya mendekat tiba-tiba berkianat. Ityulah yang semakin mendorong remaja warga Desa Lio Santa, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, untuk mencintai sesama jenis.

“Dulu saya pernah disodomi oleh teman saya. Awalnya diajak main, di tempat sepi saya digituin,” kata Emon di Mapolres Sukabumi. Mungkin saja hasrat saya berubah karena tertular apa yang pernah saya alami, tambahnya lirih.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan, Emon tersangka sodomi terhadap puluhan bocah ini mengaku mendapatkan bisikan harus melakukan aksi bejatnya. Jika dirinya menyodomi bocah dibawah umur, maka Emon pun mendapatkan kekuatan ilmu hitam.

Remaja yang kini mendapat julukan fredator pantat anak itu mengaku pernah menjalin cinta dengan lawan janis seorang gadis tetangga desanya, namun kandas di tengah jalan.

Selama menjalin kasih, Emon mengaku tak melakukan hubungan badan lantaran takut terjadi kehamilan yang tak diinginkan. “Saya takut ceweknya hamil, saya belum sanggup buat tanggung jawabnya kalau hamil,” terang Emon.

Semakin tumbuh dewasa Emon ternyata lebih nyaman sesama jenis ketimbang dengan wanita. Oleh karenanya, untuk melakukan aksi bejatnya, Emon membujuk calon korbannya dengan iming-iming sejumlah uang Rp 25 ribu – Rp 50 ribu, agar mau dibawa ke tempat sepi dan disodomi.

Dari catatan terakhir yang didapat di Polres Sukabumi, setidaknya 51 bocah di sekitarnya bagaian belakangnya pernah dilahap Emon di tengah kesunyiaan desanya.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Hari Santoso mengatakan dari pemeriksaan sementara ada 51 anak yang menjadi korban AS, dan saat ini sudah 21 anak yang menjalani proses pemeriksaan kesehatannya. Sementara data di KPAI sudah 55 anak menjadi korban Emon.

1 thought on “Sodomi Itu Kelainan Seks Yang Menular

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*