Djoko Waluyo 16/06/2014
simulasi pengamanan bentrok
simulasi pengamanan bentrok

POSKOTA.CO – Sejumlah LSM di Cianjur, Jabar, mendesak sentra Gakumdu Cianjur, dibubarkan dan anggotanya mengundurkan diri karena dinilai tidak tegas menangani sejumlah kasus pada Pileg 2014.

Sekjen Masyarakat Penggiat Aksi (Mapia) Cianjur, Ahmad Anwar alias Ebes, Minggu, mengatakan, dalam permasalahan tindak pidana Pemilu Panwaslu dengan Gakumdu terkesan saling menyalahkan dalam penanganan.

“Jika kurang paham, negara sudah melakukan bintek dan pelatihan khusus. Ini jelas ketidakseriusan dan kuat dugaan Gakumdu Cianjur atau penegak hukum, kami simpulkan sudah ‘masuk angin’ dalam perkara ini,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut dia, dapat mencederai sistem pemilu yang jujur, adil dan bersih. Tidak menutup kemungkinan, dengan pilpres yang didepan mata akan sangat rentan pelanggaran dengan lemahnya sistem penegak hukum.

“Dari 27 laporan tindak pidana, tidak satupun yang bisa ditangani Gakumdu Cianjur. Kami akan terus minta Gakumdu agar pelaku penggelembungan suara bisa dipidana,” pintanya.

Pihaknya menganjurkan agar Gakumdu Cianjur mengundurkan diri jika tidak mampu menindak pelaku penggelembungan suara. Disamping itu, Gakumdu tidak mampu menjalankan asas-asas penyelenggaraan Pemilu, mengenai kepastian hukum, profesional dan transparan.

“Mantan komisioner KPU yang sebelumnya dipecat DKPP, harus dipidanakan. Sebab, dalam persidangan terbukti sudah melakukan penggelembungan suara dan itu sudah masuk tindak pidana Pemilu. Jadi segala bentuk pelanggarannya harus ditindaklanjuti,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, menyebutkan bahwa selama Pileg tidak menerima laporan tindak pidana Pemilu dari Panwaslu Cianjur. Jika telah menyerahkan tindak pidana Pemilu ke Polres, pihaknya pasti menerima surat terima laporan.

“Masalah ini tergantung pemikiran mereka, kami dan jajaran polres tetap merah putih, sehingga kami mempersilahkan teman-teman LSM menempuh prosedur atau melaporkan ke pimpinan yang lebih tinggi,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*