SENIMAN JALANAN HARUS DIBERI AKSES LUAS DALAM BERKARYA DAN TETAP PADA HABITATNYA – Poskota.co

SENIMAN JALANAN HARUS DIBERI AKSES LUAS DALAM BERKARYA DAN TETAP PADA HABITATNYA

Mendikbud Muhadjir Effendy, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dan Ridho Slank, bersama musisi jalan foto bersama usai tampil pada acara Uji Gelar Pentas Ekspresi Seniman Jalanan di Graha Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikbud Jakarta, Senin (5/6).

POSKOTA.CO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) mengapresiasi musisi jalanan dengan mengadakan acara Uji Gelar Pentas Ekspresi Seniman Jalanan di Graha Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikbud Jakarta Pusat, Senin (5/6). Sekitar 12 kelompok seniman jalanan, termasuk kelompok disabiltas yang ada di Jakarta manggung dalam acara tersebut.

Kemendikbud juga berinisiatif memfasilitasi seniman jalanan untuk bisa tampil di berbagai mal di wilayah Jakarta. “Seperti pada bulan puasa sekarang ini, ada baiknya kita mendengar musik untuk menurunkan tensi kita dalam suasana yang penuh dengan ketegangan politik selama ini,” ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dalam sambutannya pada Uji Gelar Pentas Ekspresi Seniman Jalanan.

“Saya berharap dengan menampilkan musik di ruang-ruang publik, membuat suasana yang tidak baik, bisa memberi suatu kesejukan. Saya juga berharap kegiatan ini bisa dikembangkan ke berbagai daerah, sehingga suasana seperti itu bisa menyebar ke seluruh Indonesia,” kata Muhadjir.

Muhadjir juga mengatakan, para musisi jalanan ini sebaiknya tetap berkarya di jalanan. “Jangan dicabut dari habitatnya. Sebab dengan berkarya di lingkungannya, musisi jalanan bisa menghasilkan karya yang otentik. Musisi jalanan sebaiknya diberikan tempat atau akses luas untuk berkarya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid berharap kegiatan uji gelar seniman jalanan seperti ini dapat meningkatkan kreativitas seniman jalanan, bukan hanya sekadar menyanyikan lagu-lagu yang sudah ada.

Acara yang juga dihadiri Ridho Slank ini bertujuan untuk memberi apresiasi kepada musisi yang belum mendapat kesempatan mengapresiasi karya musiknya di tempat yang layak. “Dengan diadakan acara ini, maksudnya bukan memindahkan para seniman jalanan ke gedung, tapi membuat seni jalanan itu menjadi lebih indah,” ucap Hilmar.

“Sore hari ini kita menyaksikan karya seniman jalanan, sehingga bisa memberi nuansa kesenian musik di Tanah Air,” pungkas Dirjen Kebudayaan Kemendikbud ini. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)