harmono 17/06/2014
Pedagang  bikin macet bakal digusur
Pedagang bikin macet bakal digusur

POSKOTA.CO – Satuan Polisi Pamong Praja Bangkalan, Jawa Timur, mengirimkan personel ke Surabaya guna membantu Sapol PP Surabaya melakukan penutupan lokalisasi Dolly pada 19 Juli 2014.

Kepala Satpol PP Bangkalan Bambang Setiawan, Senin, menjelaskan jumlah personel Satpol PP Bangkalan yang hendak diperbantukan pada penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya itu sebanyak 1 peleton. “Jadi pengiriman personel Satpol PP ini atas permintaan,” terang Bambang Setiawan.

Selain mengirimkan bantuan personel, kata Bambang, pihaknya kini juga mulai gencar melakukan razia di sejumlah tempat di Bangkalan yang berpotensi menjadi tempat mesum seperti di sepanjang akses tol Jembatan Suramadu dan di beberapa terminal di Bangkalan.

Langkah ini dilakukan, kata Bambang, sebagai upaya antisipasi agar Kabupaten Bangkalan bebas dari berbagai jenis penyakit masyarakat, termasuk kemungkinan adanya pekerja seks komersial (PSK) dari Surabaya, menjelang dan pascapenutupan lokalisasi Dolly di Surabaya.

“Lokasi Bangkalan ini kan sangat dekat dengan Surabaya. Jadi ada kemungkinan bisa menjadi tempat persinggahan PSK dari Surabaya,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, dalam razia itu pihaknya melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), polisi, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Kodim.

Pemkot Surabaya berencana menutup lokalisasi Dolly di Surabaya pada 19 Juli 2014, sebagai upaya menghapus praktik prostitusi di Kota Pahlawan itu.

Penutupan lokalisasi terbesar di Asia itu sebagai respons dari usulan tokoh masyarakat dan tokoh ulama di Jawa Timur yang meminta tempat itu ditutup dan para pekerjanya diarahkan dan dilatih untuk memiliki keterampilan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*