REPLIKA ‘TIKUS BESAR’ SIMBOL KORUPSI DIBAWA PENGUNJUK RASA KE DPRD KOTA CIREBON – Poskota.co

REPLIKA ‘TIKUS BESAR’ SIMBOL KORUPSI DIBAWA PENGUNJUK RASA KE DPRD KOTA CIREBON

Demo Cirebon-4

POSKOTA.CO – Masyarakat pengunjuk rasa dalam aksinya membawa replika tikus hitam besar. Tikus berukuran sekitar tujuh meter lebar dua meter ini, sengaja dibawa para pengunjuk rasa sebagai simbol korupsi.

Selain replika tikus besar, massa pendemo juga membawa berbagai atribut, seperti sepanduk yang bertuliskan “Wakil Rakyat Jangan Bermain Proyek” serta sejumlah famplet dan bendera. Dalam aksinya mereka menutut diperiksanya para pejabat yang terlibat konspirasi besar ini atas proyek DAK Rp96 miliar dan Rp53 miliar.

Aksi yang dilakukan massa dari berbagai perwakilan ini digelar pada pukul 10.00 WIB, Kamis (6/4) di Gedung DPRD Kota Cirebon. Tuntutan pemeriksaan terhadap para oknum yang terlibat pada konsirasi proyek DAK, menjadi salah satu tuntutan mereka agar pihak kepolisian bisa segera memprosesnya.

“Kami Komisi B sudah memberikan surat rekomendasi yang isinya agar masyarakat bersabar sambil menunggu hasil audit BPK. Kemudian isi rekomendasi lainnya adalah pemerintah tidak boleh membayar pekerjaan tersebut selain sesuai dengan progres yang dikerjakan kontraktor. Jadi kami sudah buatkan rekomendasi tersebut setelah kami undang hearring yang melibatkan para kontraktor dan dan dinas terkait,” terang Didi Sunardi, anggota Komisi B, di hadapan para pengunjuk rasa.

Demo Cirebon-3

Kendati demikian, massa pengunjuk rasa tetap tidak puas, lantaran pernyataan Komisi B ini masih dianggap terlalu politis. Massa melalui koordinatornya kemudian meminta Didi Sunardi, Komisi B DPRD Kota Cirebon untuk ikut menandatangani fakta integritas yang menjadi poin penting dari tuntutan aksi tersebut.

“Kami hanya minta dewan bekerja profesional dan tidak ikut-kutan bermain proyek, sebab ini dapat menyakiti hati rakyat, wakil rakyat kok ikut main proyek,” tandas Hartono Herlambang dan Bagja pada aksi tersebut. (*/din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)