REM BLONG, TRUK TABRAK MINIBUS DAN TERGULING TIMPA DUA MOTOR – Poskota.co
Saturday, September 23

REM BLONG, TRUK TABRAK MINIBUS DAN TERGULING TIMPA DUA MOTOR

Truk terguling di Depok

POSKOTA.CO – Diduga akibat rem blong, sebuah truk pengangkut genset mengalami kecelakaan di pertigaan Jalan Juanda-Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/5) malam. Truk yang sudah tak bisa dikendalikan oleh pengemudinya itu, menabrak trotoar sebelum akhirnya terguling dan menimpa dua sepeda motor serta satu mobil.

Truk yang dikemudikan Mahyudin bernopol B 9287 ZV itu sebelumnya melintas di Jalan Juanda menuju arah Jalan Margonda Raya. Namun sebelum tiba di lampu merah pertigaan Jalan Juanda-Margonda Raya, rem truk blong. Mahyudin yang berupaya menghentikan truk, akhirnya membanting kemudi ke bahu jalan.

“Pas mau sampai lampu merah, saya rem. Ternyata remnya blong. Untuk menghindari kendaraan yang ada di depan, saya banting stir ke kiri,” ujar Mahyudin saat berada di pos pol persimpangan Jalan Juanda-Margonda Raya.

Truk terguling di Depok-1

Mahyudin mengatakan, genset yang diangkut dari Dadap, Tangerang, Banten, hendak diantar ke sebuah gereja di wilayah Depok.

Aparat Satuan Lalu Lintas Polresta Depok yang datang ke lokasi kejadian, langsung melakukan pengamanan. Di lokasi kejadian, polisi mengimbau kepada masyarakat agar menjauh dari truk.

Hingga malam tadi, polisi masih memintai keterangan Mahyudin, sang sopir truk. (*/arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.