RATUSAN BURUH DITEMBAKI GAS AIR MATA – Poskota.co
Saturday, September 23

RATUSAN BURUH DITEMBAKI GAS AIR MATA

2 GASPOSKOTA.CO – Polisi Turki menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air ke arah para pengunjuk rasa ketika terjadi perkelahian pada perayaan Hari Buruh di Istanbul.

Dalam insiden itu, polisi juga menahan beberapa orang sementara sejumlah demonstran berupaya menjangkau titik utama lapangan Taksim yang ditutup oleh pihak berwenang.

Pengamanan dalam keadaan ketat di berbagai penjuru kota terbesar Turki itu. Istanbul dua kali dalam tahun ini mengalami serangan, yang diyakini dilakukan oleh kelompok IS bersenjata.

Sekitar 15.000 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan perayaan Hari Buruh dan pihak kepolisian juga mengawasi keadaan di jalanan dari helikopter-helikopter.

Seorang pria berusia 57 tahun tewas dalam sebuah kecelakaan setelah ia tertabrak truk air milik kepolisian ketika pria nahas tersebut sedang menyeberang jalan, kata laporan stasiun televisi CNN Turk.

Lapangan Taksim sebelumnya menjadi lokasi perayaan Hari Buruh sejak 1977. Pada tahun itu, puluhan orang tewas saat demonstrasi berlangsung, yang disebut dalam sejarah Turki sebagai “Hari Buruh paling berdarah”.

Lapangan itu dibuka kembali untuk menjadi tempat perayaan pada akhir tahun 2000-an namun lagi-lagi ditutup pada 2013.

Lapangan Taksim dijadikan titik utama unjuk rasa antipemerintah pada 2013. Saat itu, puluhan ribu orang berdemonstrasi menentang kepemimpinan Presiden Tayyip Erdogan, yang kemudian menjadi perdana menteri.

Lapangan yang sehari-hari menjadi daerah sibuk dan diwarnai keberadaan banyak kedai kopi dan hotel itu pada Minggu seluruhnya dipagari dan dijaga oleh polisi antihuru-hara dan polisi-polisi berbaju preman. Semua kendaraan umum menuju wilayah itu ditutup.

Polisi menembakkan gas air mata serta menyemprotkan air untuk menghentikan sekitar 150 orang yang sedang berjalan secara berkelompok untuk mencapai Taksim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.