harmono 18/04/2017
RA (24), pelaku perampasan telepon seluler diamankan bersama barang barang bukti oleh Unit Reskrim Polsek Tambora, Selasa (18/4).
RA (24), pelaku perampasan telepon seluler diamankan bersama barang barang bukti oleh Unit Reskrim Polsek Tambora, Selasa (18/4).

POSKOTA.CO – Tingkat kriminalitas di Ibu Kota Jakarta yang terjadi belakangan ini semakin mengkhawatirkan, korban yang diincarnya pun kerap wanita yang dianggap lemah dan mudah diperdaya.

Untuk kesekian kalinya anggota Unit Reskrim Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat mengamankan seorang pelaku perampasan telepon genggam, Selasa (18/4), sekitar pukul 19.45 WIB.

Tersangka RA (24), warga Jl Padamulya, Kelurahan Angke, Tambora, dibekuk warga di Jl Nelayan Barat, Kelurahan Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, sesaat setelah berhasil membawa kabur barang hasil kejahatan yakni sebuah telepon genggam merek Lenovo A6000.

Kapolsek Tambora Kompol M Syafi’i SIK menjelaskan, kronologis peristiwa perampasan berawal ketika Siti Aisyah (34), warga Jl Warakas I Jakarta Utara itu dibonceng motor oleh sahabatnya Malinda, saat dalam perjalanan pulang, korban melintas di tempat kejadian perkara.

Korban lalu mengeluarkan telepon seluler dari dalam tas dan menghubungi sahabatnya, namun saat korban tengah asyik berbincang, tiba-tiba dari arah belakang seorang pelaku berlari mendekati sambil merampas telepon seluler korban.

Sontak korban pun berteriak dan didengar warga, pelaku pun dikejar dan berhasil ditangkap berikut barang bukti, tak ayal pelaku pun sempat mendapat bogem mentah dari warga yang geram melihat pelaku.

Setelah diamankan, tidak lama kemudian petugas dari Unit Reskrim Polsek Tambora datang dan membawa pelaku berikut barang bukti ke Mapolsek Tambora.

“Kami mengapreaiasi tindakan warga yang segera mengamankan pelaku dari aksi main hakim sendiri,” kata Kapolsek Kompol M Syafi’i.

Kini tersangka mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Tambora untuk diproses lebih lanjut. (*/hariri)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :