harmono 10/10/2015
Wita saat berlibur ke Pulau Dewata
Wita saat berlibur ke Pulau Dewata

POSKOTA.CO – Sesampai di rumah, Diana segera bergegas ke dapur utuk menyiapkan makan malam di bantu oleh ke dua adiknya Ajeng dan Asih. Sate kambing dan sate ayam yang di beli bersama Papa Hary disajikan di piring besar berbentuk oval berwarna putih lalu diletakkan di meja makan. Acar mentimun yang dicampur dengan irisan bawang merah dan cabe rawit Diana sajikan di mangkok kecil.

Ajeng seperti biasa mendapat tugas menata meja makan. Ia ambil lima buah piring makan dari rak piring, sendok garpu lima pasang, serbet makan lalu ia tata di meja makan dengan rapi. Sedang si bungsu Asih kebagian mengambilkan minuman air putih untuk makan. Asih mengisi lima gelas yang berada di sebelah kiri piring makan dengan air putih dingin serta membuatkan teh panas tawar untuk Papa Hary .

Makan malam bersama Papa Hary menjadi acara yang sangat menyenangkan bagi Diana dan adik-adiknya. Selain akan terhidang makanan lezat mereka juga akan makan aneka buah-buahan. Biasanya Papa Hary sendiri yang membeli buahnya. Malam ini ada apel, anggur dan pisang untuk pencuci mulut.

” Ma…makanan sudah siap, ayo makan. Laper nih”

“Iya sebentar lagi mama keluar”

Diana mengetuk pintu kamar mamanya, semua sudah siap. Semua sudah rapi, mamanya tinggal duduk manis dan menyantap hidangan yang disiapkan olehnya bersama adik-adiknya.

Mbak Retno keluar dari kamar tidur bersamaan dengan Papa Hary. Mereka berdua berjalan beriringan dengan mesra menuju ruang makan. Seperti Biasa….Mbak Retno tampak cantik, ia kenakan baju tanpa lengan dengan tali kecil di pundaknya. Baju diatas dengkul ini berwarna oranye lembut dengan kembang-kembang kecil berwarna putih. Yaaa….Mbak Retno awet muda!

” Ayooo…kita makan”

Papa Hary menundukkan kepala, berucap terimakasih kepada yang Sang Pemberi rejeki. Diana dan adik-adiknyapun berdoa dengan membuat tanda salib terlebih dahulu. Mbak Retno menyahut dengan kata amin ketika semua orang selesai berdoa.

Makan malam yang nikmat dan indah, benak Diana dipenuhi oleh rasa bahagia. Betapa senangnya mempunyai keluarga seperti ini. Makan bersama mama papa dan juga adik-adiknya, hal yang tak terbayangkan sepanjang usianya di Yogya. Sayang….kebahagian seperti ini terputus ketika Hari Kamis. Hari dimana Papa Hary yang baik dan tutur katanya yang selalu lembut ini harus pulang ke istri tuanya….

” ohh…iya ma, papa akan buatkan Rekening Bank untuk Diana”

Mbak Retno menghentikan mengunyah makanannya, tertegun dan sedikit bingung. Sejenak kemudian ia ambil air putih lalu diteguknya air dingin itu untuk menyadarkan kebingungannya. Kata-kata suaminya membuat mukanya panas dan berubah warna.

” kenapa dan untuk apa Diana dibuatkan Rekening Bank pa? Mama enggak ngerti maksudnya?

(Bersambung….)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*