harmono 06/10/2015
Wita saat berlibur ke Pulau Dewata
Wita saat berlibur ke Pulau Dewata

POSKOTA.CO – Kebahagiaan bertemu dengan mamanya seperti bunga Cangkok Wijaya Kusuma yang mekar di tengah malam. Bagaimana kelopak bunga tersebut terbuka satu demi satu hingga menghadirkan sebentuk bunga yang indah dalam kesempurnaan…ada semerbak wangi yang tak mungkin tergambarkan. Namun seiring malam jatuh ke peraduan, bunga yang elok tiada tara itu menguncup kembali lalu terkulai….Seperti itu rasa dalam hati Diana!

Ia terduduk di tengah tempat tidur, diam…beku dan buntu. Diana tidak tahu harus berbuat apa, Ia ingat perkataan Eyang Praja. Ada sesuatu yang Eyang putrinya tak ingin mengatakan dan membiarkannya menemukan sendiri jawabannya. Pantas eyangnya berulang-ulamg mengatakan, Diana boleh kembali ke Yogya kapan saja Ia mau.

Jam dinding berdentang tiga kali, Diana harus tidur dan memaksakan diri untuk tidur. Dia harus memasak nasi goreng pagi-pagi sekali. Cucian baju juga harus diurus sembari memasak agar siang atau sore hari bisa di setrika. Untung Ajeng rajin membantunya setrika sehingga semua menjadi ringan.

Adik-adiknya saat ini alasan terkuat Diana bertahan. Mereka membutuhkan dirinya, Ia tidak mau egois dengan memberi ruang hatinya sebuah kekecewaan. Itu keputusan dirinya dalam diam di tiga perempat malamnya. Diana ingin berkawan karib dengan kekecewaan terhadap mamanya hingga rasa itu menjadi tak berasa lagi di suatu hari nanti.

Sekolah dan bertemu kawan-kawannya adalah dunia yang menyenangkan untuk Diana. Otaknya yang encer menambah kesempurnaan Diana secara pribadi. Di sekolahnya yang baru, ia sangat aktif sebagai anggota OSIS. Semua murid di SMA Fransiskus Xaverius dalam waktu singkat mengenal dirinya.

Diana terkenal di sekolahnya bukan hanya sekedar cantik dan seksi tetapi karena ia pintar, aktif dan supel dalam pergaulan . Diana juga terkenal dengan murid yang selalu ceria serta ramah kepada siapapum. Guru-gurunya jatuh hati dengannya hanya dalam hitungan minggu…..

Papa Hary yang baik hati ditunggu kedatangannya oleh Diana, ia tak sabar akan hadirnya hari Senin. Berangkat sekolah diantar papa bersama adik-adiknya adalah hal yang menyenangkan. Papa Hary orangnya juga gaul serta enak diajak ngobrol. Diana berencana memperjuangkan uang sangu dan ongkos sekolah agar semua berjalan sebagai mana mestinya.

Mengatur strategi menghadapi mamanya yang mengambil jatah ongkos serta uang sangunya serta adik-adiknya. Diana harus berbicara dengan bahasa yang logis kepada papanya dan sebuah alasan yang mamanya terpaksa harus menerimanya. Diana juga sudah melihat taktik yang dilakukan Papa Haty dalam menghadapi keborosan istrinya. Uang dalam jumlah banyak, yang sering menguap begitu saja…..

(Bersambung…..)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*