taher 13/08/2015

prambananPOSKOTA.CO – Pertanyaan Bayu membuat teh yang sedang Diana minum menjadi pahit. Panasnya juga membuat tenggorokannya terbakar. Hari ini Diana ingin melupakan kehidupan bersama bapak dan ibu sambungnya. Melupakan kehidupan nyata dan menikmati indahnya cinta remaja SMA

” Nanti aku bilang ngerjain tugas di rumah susi mas. Tenang saja….semua akan baik-baik saja kog”

Bayu lega kekasih jiwa remajanya punya alasan yang tepat dan bagus. Sebuah kebohongan kecil yang biasa dilakukan remaja pada umumnya. Membolos…berantem…bermain sepulang sekolah….berbohong perkara makanan di kantin. Yang lebih parah adalah menilep bayaran sekolah!

Diana banyak berkaca kepada cerita cinta yang terjadi di sekolahnya. Ia punya banyak cermin…banyak contoh sehingga ia harus bisa jaga diri. Ia sadar, rajin ke sekolah saja hidupnya tak semudah teman-temannya. Kerja keras di rumah untuk mendapatkan makanan serta biaya sekolah, tidak dialami oleh banyak temannya.

Menyembunyikan liuk kehidupan kepada Bayu bukan maksud Diana ingin berbohong. Pacaran baru dimulai, ciuman pertama baru seperhelaan nafas. Keindahan itu yang ingin Diana reguk dan nikmati! Apa yang akan terjadi sesampai di rumah nanti tdak perlu ia pikirkan. Ia rela dan akan menanggung semua akibatnya!

20 tusuk sate kelinci serta dua piring nasi putih sudah terhidang di meja, aromanya benar-benar menggugah selera. Bau jeruk limau membuat hidung terus menerus ingin menghirup. Bayu mengambil satu tusuk sate kelinci lalu menyuapkan ke mulut Diana.

” Cobain deh….sate kelinci mirip dengan sate ayam, aku sih lebih suka daging kelinci”

Hmmm….disuapin sate di depan orang membuat angan Diana melompat ke langit ke tiga. Di warung itu di meja sebelah kiri, ke betulan ada bapak-bapak tua yang sedang menikmati kopi tubruk panas dan rokok kreteknya. Sementara di meja pojok dekat jendela sebelah kanan ada sepasang remaja sedang menikmati jeruk panas dan kacang kulit. Sepertinya sejoli dan pak tua ini sekedar berteduh dan bukan hendak makan.

Yang ada dipikiran Diana adalah, ia tidak ingin hari ini cepat berlalu. Ia ingin detak jarum detik berjalan lambat….ia belum pernah sebahagia ini. Cinta dan lezatnya makanan membuat bahagianya menjadi komplit

Pemandangan dan suasana mendukung bunga-bunga asmara itu mekar di musim penghujan. Pepohonan yang merupakan bagian dari kaki Gunung Merapi menjadi saksi ciuman pertama mereka. Diana ingin ini seperti mimpi yang ia tidak terbangun lagi dari tidurnya…..

” Mas nanti aku diantar sampai pertigaan di dekat Jembatan Sayidan yaaa”

(Bersambung….)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*