harmono 04/10/2015
Wita saat berlibur ke Pulau Dewata
Wita saat berlibur ke Pulau Dewata

POSKOTA.CO – Diana asyik belajar dan mengerjakan PR bersama Ajeng dan Asih. Di kamar Diana yang cukup resik dan rapi kakak beradik ini belajar dan sesekali bercanda. Betapa Ajeng dan Ratih bahagia sekarang ini, mereka menemukan seorang kakak yang kadang juga berfungsi sebagai ibu. Dianalah yang membimbing Ajeng dan Asih belajar dan memperhatikan hingga hal-hal kecil seperti seragam, sepatu dan kaos kaki.

” kakak….besok pagi bikinin nasi goreng dikasih sosis dan telur yaa”

” iya…Asih juga mau….pakai sosis dan telur …pasti enak”

” Ok, kakak akan buat nasi untuk kalian. Tapi kamu berdua enggak boleh bangun kesiangan ya. Juga jangan entar-entar kalau dibangunin. Kan lebih enak bersih-bersih rumahnya tidak terburu-buru”

Diana mengiyakan permintaan adik-adiknya, ia hanya selalu wanti-wanti agar adiknya rajin belajar dan gotong-gotong royong beres-beres rumah. Ajeng dan Asih tipe anak yang nurut, selama ini keadaanlah yang mengajarkan mereka berdua untuk selalu mandiri karena mamanya asyik dengan dunianya.

malam sudah mulai sepi ketika mereka bertiga rampung mengerjakan PR dan belajar. Asih kembali ke kamarnya dan membiarkan kakak-kakaknya tidur bersama. Lampu-lampu mulai dipadamkan, ruang tamu dan ruang-ruang lain mulai gelap. Di kamar Diana lampu tidur sengaja belum dimatikan. Rencana mencari tahu atas segala kecurigaan selama ini akan Diana tanyakan kepada Ajeng.

” Iya….kak, sudah cukup lama mama kita hidup seperti ini. Jika Papa Hary sedang tidak disini, mama memang jarang di rumah. Mama pergi dengan berganti-ganti laki-laki, aku bahkan tidak bisa mengenali laki-laki yang menjemput mama…..karena saking banyaknya”

” mama sering pulang pagi Jeng?”

” Benar kak, Aku dan dik Asih sudah terbiasa ditinggal mama pergi dan kami berdua harus mengurus sendiri semuanya”

” Mama sering tidak memberi kita ongkos ke sekolah dan uang jajan, kenapa? Bukankah Papa Hary orang kaya dan memberi uang yang tidak sedikit kepada mama? “prambanan-2

Ajeng bercerita tentang mamanya kepada Kakaknya. Semua yang ia tahu dan alami dia beritahukan kepada kakaknya. Ajeng berkata apa adanya agar kakaknya tahu dan mulai berpikir langkah ke depannya. Tidak ada pilihan selain diam….tidak mungkin melaporkan perbuatan mamanya kepada Papa Hary. Semua akan sengsara jika semua ini terbongkar…..

Diana pandangi langit-langit kamarnya, ia hitung ada sembilan kotak. Ajeng sudah terlelap….mungkin sudah bermimpi. Malam kian sepi dan dingin. Ia tarik selimut sambil matanya menatap dinding kamarnya. Semua diam dan beku, kantuk tak kuasa membuat Diana tertidur. Sesekali dia miringkan badannya untuk melihat adik-adiknya. Ada beberapa rencana di benak remajanya yang akan ia katakan kepada Papa Hary. Ia hanya berharap….ada sesuatu yang bisa Ia perbaiki.

Dentang jam dinding di ruang makan berdentang dua kali, mamanya belum juga pulang. Tapi kali ini Diana sudah tidak heran, Ajeng sudah cukup memberi gambaran tentang mama yang Ia cintai. Apa yang mamaku pikirkan dalam hidup ini? Diana bertanya pada sepinya malam.

Embun masih terbentuk setengah ketika mamanya pulang. Diana baru sekejab terlelap. Bunyi suara pintu pagar di dorong yang membangunkan Diana. Tidak biasanya Diana terbangun seperti ini, mungkin cerita tentang mamanya yang membuatnya tak bisa tidur nyenyak. Diana sibak sedikit tirai jendela kamarnya, ia melihat sebuah pemandangan yang membuatnya tercekat. Ia tutup kembali tirai jendela pelan-pelan lalu ia duduk dalam diam….

(Bersambung. WITA…)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :