Djoko Waluyo 28/09/2015
Wita saat berlibur ke Pulau Dewata
Wita saat berlibur ke Pulau Dewata

POSKOTA.CO – ” Aduh….anak papa cantik sekali. Papa harus ketat menjagamu nak”
” Makasih pa….senengnya Diana punya papa yang baik dan mau menjaga”
Diana memberi salam dengan hormat sambil mencium tangan Papa Hary. Komplit sudah kebahagiaannya, sekarang Ia punya mama dan punya papa yang sangat baik. Adik-adiknya sekilas bercerita kalau papa sambung mereka baik dan sabar serta murah hati.

Suasana di meja makan sangat menyenangkan. Sebuah kebersamaan dan kehangatan yang belum pernah Diana rasakan selama ini. Makan bersama keluarga, berbincang di meja makan dengan menu yang cukup mewah. Jika ada daging di meja makan, itu ukuran mewah untuk Diana. Tadi sore mamanya menambah masakan yang di masak Mbak Dewi dengan membeli sate ayam dan mie goreng. Jadi saat ini menu makan malam yang terhidang di meja adalah:

sayur sop
Ayam goreng bumbu kuning
Sate ayam plus lontong
Mie ayam spesial
Buah melon dan pisang

Ajeng dan Asih tidak heran dengan menu yang ada di meja makan. Selain sedang ada tamu, tentunya karena ada Papa Hary. Gak mungkin Mamanya membuat Indomie rebus atau telur ceplok doang. Hari Senin hingga Kamis pagi adalah hari yang menyenangkan. Hari untuk perbaikan gizi!! Bahkan Ajeng dan Asih sering minta kepada Papa Hary untuk dibeliin lauk ini dan itu.

Selesai makan Ajeng dan Asih segera ke kamar tidur untuk mengerjakan PR dan belajar. Sedang Diana dan mamanya bercakap- cakap sebentar tentang urusan kepindahan sekolah Diana. Mbak Retno memberi tahu Pak Hary berapa biaya yang harus dibayar untuk uang gedung, uang sekolah, seragam dan buku-buku. Tas sekolah dan sepatu serta kaos kaki juga harus dibeli imbuh Mbak Retno….

” iya…besok papa ke sekolahmu untuk merampungkan semua yang harus di bayar ya nak. Papa hanya minta, belajar yang rajin dan jadi anak yang baik. Hanya itu!”

” iya pa, Diana berjanji untuk rajin belajar dan tidak nakal. Terimakasih atas semua kebaikan Papa hary dan mama. Maaf jika Diana telah membuat repot”

” ohh iya pa, sepatu sekolah dan tas pakai saja yang ada dan tidak usah membeli. Papa sudah keluar biaya banyak untuk Diana”

Setelah perbincangan tentang sekolah selesai Diana meminta ijin papa dan mamanya untuk masuk ke kamar tidur. Dia juga ingin melihat adik-adiknya belajar dan ingin mengcek PR Ajeng dan Asih.prambanan

Diana menyadari bahwa ia anak paling besar. Ia harus bisa membimbing Ajeng dan Asih dan menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya.

Di dalam kamarnya Diana berbaring bersama Mbak Dewi. Ia lihat langit-langit kamar dan lukisan bunga mawar di kamarnya. Dia merenungkan kejadian sebulan ini hingga Ia bisa bertemu mamanya dan harus pindah ke Jakarta. Perjalanan hidup sebulan ini cukup membuat Diana lelah…..

Diana bertekad menatap lurus ke depan dan melupakan kehidupan yang lalu. Ia juga berpikir untuk tidak menjalin asmara dahulu hingga tamat SMA. Konsentrasi belajar adalah tujuannya, dia juga ingin berprestasi di sekola. Ini hidup baru….ini kehidupan baru…ini tempat baru…semua harus baru. Diana ingin menjelma menjadi yang manusia baru!

Perlakuan Bapak dan ibu sambungnya akan Diana tutup dan buang jauh-jauh dari pikirannya. Bapak dan ibu sambungnya yang telah memutus hubungannya dengan orang yang telah melahirkannya. Ia bahkan nyaris tak mengenal adik-adiknya! Diana berbincang dalam diam sebelum tidurnya.

Tidak baik mengingat kejadian-kejadian buruk dalam hidup. Tidak baik memendam luka dan sakit hati. Kita kenang yang baik-baik saja karena ini akan membuat nyaman tubuh dan damainya hati. Sebuah Energi positif yang Diana hendak bangkitkan dalam dirinya.

Hanya saja…..ada sebuah taman bunga yang sedang mekar dan indah di hati yang terpaksa harus ia abaikan. Diana tidak ingin menyiram apa lagi memupuknya. Ia ingin membiarkan taman bunga itu layu dan mengering dengan sendirinya. Biarlah Bayu tertiup bayu…mulai malam ini. Akan ia biarkan Bayu pergi mencari gantinya. Masa depan dan hidupnya jauh lebih penting saat ini. Cinta dalam asmara…sejenak akan ia tunda hadirnya.
(Bersambung.By : Wita Lexia…)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*