harmono 24/09/2015

prambanan-2POSKOTA.CO – Mbak Retno dan Diana berjalan berdua ke luar gang, mereka ke arah Pasar Ampera untuk mencari bajaj. Siang ini Mamanya hendak mendaftarkan Diana ke SMA Franciskus Xaverius. Sepanjang perjalanan banyak mata yang memperhatikan mereka lalu berbisik-bisik. Mata laki-laki normal yang melihat kecantikan dan keseksian mereka, pasti berdecak kagum dan tak ingin melewatkan pemandangan indah tersebut.

Sedang pendapat para wanita biasanya terbelah dua dalam penilaian. Ada yang ikhlas bilang cantik dan seksi, tapi ada juga yang bilang mereka berdua genit karena iri hati atas tampilan Mbak Retno dan Diana. Tubuh putih mulus Mbak Retno dengan bulu-bulu halus di tangan dan kakinya yang jenjang memang bikin para wanita iri. Belum lagi payudaranya yang besar dan masih sangat kencang, anugerah yang luar biasa dari Sang Pencipta!

Tampilan Diana tidak beda jauh dengan mamanya. Ukuran tubuh mereka hampir sama, hanya saja kulit Diana sedikit lebih gelap dari mamanya. Mbak Retno memang orang Jogja yang ayu sedang Diana lebih tepat kalau dibilang eksotik! Bisik-bisik tetangga pasti tak terhindarkan jika mereka melewati jalanan di kampung. Mereka warga baru disitu, sehingga belum banyak yang mengenalnya.

Prestasi Diana di sekolah biasa-biasa saja, ia berada di tengah-tengah peringkatnya. Sebenarnya Diana murid yang pintar, tetapi ia tidak banyak waktu untuk belajar. Bila malam tiba, lelah dan kantuk sering mendera tubuhnya. Ia lebih memilih segera tidur dari pada belajar, agar esok hari bisa bangun jam 04. 00 pagi dan bisa menimba air untuk mendapatkan sepiring sarapan dari ibu sambungnya!

Sekolah Fraciskus adalah sebuah sekolah swasta Katolik yang dari TK hingga SMA berada dalam satu lokasi. Jadi Ajeng ,Asih dan Diana akan berada dalam satu sekolah.
Diana berharap ia bisa cepat menyesuaikan diri dengan teman-temannya yang baru. Selain itu ia juga berharap bisa menjadi anak yang bisa membuat mamanya bangga. Ia berjanji dengan dirinya untuk rajin membantu ibunya di rumah dan juga rajin belajar. Ia juga akan menyayangi adik-adiknya serta bapak sambungnya.

Senyum manja Wita penulis kisah
Senyum manja Wita penulis kisah

Urusan mendaftarkan sekolah lancar, Diana diterima di sekolah tersebut. Semua syarat-syarat serta surat-surat komplit sehingga proses pendaftaran berjalan tidak terlalu lama. Seragam dan buku-buku cetak hari itu juga dibeli, sehingga besok pagi Diana sudah bisa mulai sekolah.

” Untuk sepatu dan keperluan lain, tunggu papa yaaa, nanti malam dia datang kog”

Mbak Retno mengajak Diana untuk langsung pulang. Ia ingin beristirahat dan tidur kembali. Nanti malam adalah jadwal suaminya mengunjunginya, ia harus tampak segar dan bugar. Beruntung ada adiknya yang membantunya memasak….sehingga ia tidak capek.

” pakai saja sepatu yang ada ma, untuk uang gedung dan uang sekolah mama sudah keluar banyak biaya untuk Diana”

Begitu sampai di rumah, Mbak Retno hanya menyapa sebentar Mbak Dewi lalu minta ijin untuk kembali tidur. Ia juga berpesan agar anak-anak dan Mbak Dewi makan siang duluan dan tidak usah menunggu dirinya. Siang sudah mulai panas, matahari cukup terik dan membuat gerah. Kampung Ambon daerah yang cukup gersang karena padat perumahannya dan tidak banyak pohon besar disana. Diana dan Mbak Dewi merasa gerah… kepanasan dan tidak bisa jauh-jauh dari kipas angin!

” Semalam mama pulang jam berapa tante?
Diana tidur sekitar jam 12 an…dan mama belum pulang waktu aku tertidur”.

” waduh….tante juga tidak tahu, kan tante justru lebih dulu tidur dari kamu sayang…”

” ohh…iya yaaa, Diana lupa….tante. Kan Diana mendengar tante sedikit mendengkur semalam. Kayaknya tante Dewi semalam kelelahan deh….”

Mbak Dewi bersikap seperti Eyang Praja. Ia tak ingin mengatakan apapun kepada keponakannya tentang mamanya. Biarlah Diana mengetahui sendiri suatu hari nanti. Walau itu akan menjadi minuman pahit dikala Diana dahaga!

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*