taher 13/08/2015

POSKOTA.CO – Ada setangkup kerinduan di hati Diana kepada ibunya….ibu kandungnya. Alangkah indahnya jika ia bisa bercerita tentang cinta yang sedang bermukim di ladang hati remajanya kepada seorang ibu. Dalam angan remajanya, ia membayangkan mempunyai seorang ibu yang sekaligus juga bisa menjadi sahabatnya. Dimana dia bisa berbagi rasa…tapi tentu dia tidak akan bercerita tentang ciuman pertamanya!

” kamu mau jadi seperti ibumu?”

Kalimat bapaknya masih terngiang terus di telinga Diana. Ada apa dengan ibu yang telah melahirkan aku? Pertanyaan besar yang ia tidak tahu harus diarahkan kemana. Bapaknya mempunyai aturan yang tidak boleh Diana langgar. Dia tidak boleh bertemu ibu kandungnya dan mencari tahu keberadaannya. Padahal kata para tetangganya Diana mempunyai eyang dan tante dari pihak ibu kandungnya yang bermukim di Yogya.

Berjalan bersama sang kekasih dengan tangan yang saling menggenggam. Rintik hujan yang membuat tubuhnya basah namun tetap hangat dalam dekapan Mas Bayu….Ia akan kabarkan kepada siapa rasa hatinya?
Susi sahabat dan teman sebangkunya di kelas mungkin tempat yang pas untuk berbagi rasa. Diana tak tahan menyimpan sendirian bunga-bunga yang terkembang. Kembang cinta yang mekar atas ciuman pertama.

Si cantik Wita, penulis kisah ini
Si cantik Wita, penulis kisah ini

Pagi ini ia bagun tidur tepat waktu sehingga ia bisa merampungkan semua tugas-tugasnya dan itu artinya ia mempunyai hak atas sepiring sarapan dan segelas teh panas manis. Tepat pukul 06.30 Diana berangkat ke sekolah. Ia berjalan ke sekolah dengan riang gembira bersama teman-temannya. Sekarang Diana mempunyai dua alasan kuat yang membuatnya senang pergi ke sekolah.

1. Ia terhindar dari omelan ibu sambung dan bapaknya serta pekerjaan rumah tangga yang tidak pernah ada selesainya.
2. Diana bisa bertemu Mas Bayu kekasih dan pujaan hatinya

Jujur Diana lebih suka berada di sekolah dari pada di rumah. Dengan adanya Mas Bayu, ia punya cukup alasan untuk tidak buru-buru pulang ke rumah! Dan ketika Diana baru berjalan sekitar 5 menit, di pertigaan jalan dekat Jembatan Sayidan, Bayu sudah menantimya disitu. Diatas motor Hondanya Bayu menatap kelasihnya berjalan. Dia perhatikan dengan seksama cara berjalan Diana, yaaaa….dia memang berbeda! Kekasih hatinya memang paling menonjol. Manis dan dangan dada montok yg sexy…..

” Mas Bayu kenapa berhenti disini?”

Diana tidak tahu harus berkata apa. Yang ia tahu kekasihnya menjemput dirinya tetapi ia pura-pura bertanya. Begitu mata mereka bertemu, sebelum Diana naik ke boncengan motor, Bayu menyerahkan sepucuk surat kepada Diana.

” Nanti dibaca ya….dan sekarang maiklah ke motor. Kita akan selalu bersama-sama seperti ini setiap hari”

Diana memasukkan sepucut surat cinta itu dengan hati bahagia. Nanti pas istirahat akan dia baca tentunya. Membaca surat sambil bercerita kepada Susi sahabatnya! Pelukan erat melingkar erat di pinggang mas Bayunya. Sesekali ketika tangan kiri Mas Bayu sedang tidak sibuk dengan kopling motornya, ia pegang jemari tangan Diana yang berada di perutnya…..sedikit dibawah perut kadang.

(Bersambung.By: Wita Lexia…)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*