taher 12/08/2015

prambanan 2POSKOTA.CO – Sambil terengah-tengah karena berlari, akhirnya mereka sampai di warung sate. Hujan semakin deras dan sesekali geledek menggelegar. Baju Diana dan Bayu basah, mereka berdua sedikit menggigil karena Kaliurang yang berada di kaki Gunung merapi itu cukup dingi udaranya. Siang sudah merangkak pelan menuju sore. Diana duduk dalam hangatnya cinta yang sedang berkembang, mereka-reka dalam angan….alasan apa yang hendak Ia buat untuk ayah dan ibu sambungnya. Pulang terlambat dari sekolah pasti ada pertanyaan dari orang tua. Tetapi Diana
terbiasa dengan hardikan, amarah dan hukuman dari ibu sambungnya.

” Diana kamu kedinginan ya? Pakai jaket ku ya. Minum minuman panas biar badan tidak kedinginan. Kita pesan sate kelinci yukk…”. Diana tersenyum dan menurut ketika Bayu melepaskan jaketnya dan memakaikannya ke badannya dengan mesra. Setiap sentuhan tangan Bayu seperti ada arus listrik lemah yang menjalari tubuh Diana.

Wajah Diana seharusnya pucat karena dingin, tetapi sore ini wajahnya sangat manis. Rona di raut wajah mengalahkan gincu merek apapun…. ” Terimakasih ya mas atas jaketnya”

Dalam cuaca hujan serta digin, lapar akan mudah menyerang dan Diana begitu berbinar ketika Bayu memesan sate kelinci dan teh manis panas. Hari ini benar-benar membuat angan Diana melanglang. Ia ingin melupakan sejenak amarah yang bakalan dia terima nanti. Menikmati sebuah atmosphere berbeda….itu yang ingin ia resapkan dalam jiwanya.prambanan

” Iya mas Diana ingin teh manis yang panas. Pengin sih kopi susu…tetapi takutnya nanti malam malah tidak bisa tidur” Bau sate kelinci yang sedang dibakar membuat perut Diana meronta minta segera diisi. Dia sudah
tidak sabar menggigit daging empuk dan gurih serta bumbu kacang yang di beri kecap manis. Aroma jeruk yang akan dikucurkan diatas sate yang sudah diberi bumbu akan membuat hidung Diana sedikit terkembang serta ludah yang otomatis minta ditelan…. ” Mas hari ini Diana bahagia….”

Bisik lembut itu Diana sampaikan kepada Bayu dengan mendekatkan mulutnya ke telinga kekasihnya. Dia malu jika omongannya terdengar oleh pelayan warung yang sedang menyuguhkan teh panas manis pesanan mereka berdua. Tetapi untuk rangkulan di pundak atau pelukan ringan di pinggang, siapa yang peduli? Dunia adalah milik sejoli yang sedang kasmaran. Tembok sebelah runtuhpun ….mereka tidak peduli.

” hmmm…sedep ya teh panasnya, pakai merek apa ya tehnya?” Diana juga merasakan aroma dan rasa yang begitu nikmat dari teh yang disajikan. Setahu Diana ini aroma ” Teh Gopek”….tetapi mengapa rasanya bisa senikmat ini? Rasa hati dan suasana mungkin yang membuat teh panas tersebut nikmat. Atau teko ” blirik” dekil itu yang bikin sedep rasa tehnya luar biasa? ” Diana nanti kamu dimarahi bapak ibu tidak kalau pulangnya telat?” (Bersambung….)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*