Djoko Waluyo 21/11/2015

prambanan 70Roda-roda besi terus berputar
Berderit keras memecah pagi
Lajunya terasa melambat
Masih gelap dan samar di luar
Cinta terpaksa dilupa
Seribu alasan ia punya
Saatnya jelaskan semua

POSKOTA.CO Diana sedikit kaget ketika eyang yang duduk di sebelahnya menyentuh bahunya. Ia bertanya apakah sudah sampai di Yogya. Ternyata baru mau memasuki Stasiun Kutoarjo. Itulah kenapa laju kereta api melambat.

” Baru sampai Kutoarjo woek, eyang membangunkan kamu karena eyang melihat kamu terisak ”
” ohhh saya kira eyang menyentuh pundak saya karena hendak memberi tahu kalau sudah sampai
Stasiun Tugu. Saya barusan mimpi eyang”
” Mimpi buruk ya cah ayu? Kog sampai nangis tersedu gitu”
” iya eyang, tetapi saya kog lupa mimpi apa semalam”
” yahh anggap saja mimpi itu bunganya orang tidur woek. Sekarang cuci muka saja di toilet biar
seger yaaa. Trus siap-siap, sebentar lagi kita sudah sampai”

Diana pergi ke toilet, ia hendak buang air kecil dan membasuh mukanya. Ketika keluar dari toilet
ia berpapasan dengan petugas kereta api yang sedang menjajakan minuman panas. Ia memesan dua teh
manis panas dan menunjukkan nomer tempat duduknya.
” Eyang saya belikan teh manis panas ya”
” Terimakasih ya cah ayu, sejak tadi eyang nungguin tetapi belum lewat”

Eyang Marto nama wanita tua itu Rumahnya di Suryodiningratan tidak jauh dari SMP Stella Duce.
Beliau pensiunan guru SD. Tinggal sendirian di rumahnya yang besar setelah suaminya meninggal
dan anak laki-laki satu-satunya menikah lalu bekerja di Jakarta.

Beliau mengeluarkan roti crackers dari dalam tasnya dan menawarkan kepada Diana. Sambil minum
teh panas dan nyemil roti crackers mereka berdua asyik mengobrol. Eyang Marto banyak bercerita
tentang anaknya yang sukses di Jakarta tetapi ia tetap memilih tinggal sendirian di rumahnya.
” seenak-enaknya di rumah anak, eyang lebih nyaman tinggal di rumah sendiri woek. Eyang juga
bercita-cita mati di rumah sendiri seperti suami eyang”
” nanti kita naik becak bersama saja ya Yang, Diana temenin sampai rumah eyang biar Diana tahu
rumahnya. Nanti kalau Diana sudah tinggal di Yogya lagi Diana ingin sering nengokin eyang”
” Boleh woek dan eyang seneng. Kamu masih muda tetapi hatimu penuh welas asih cah ayu”

Suryodiningratan tak jauh dari rumah Mas Bayu, jalan kakipun tidak akan membuat lelah. Ada jalan
pintas di kampung Kumendaman untuk menuju kampung Eyang Marto di Suryodiningratan. Diana memang
bercita-cita untuk kuliah di Yogya setelah lulus SMA nanti.

Dituntunnya Eyang Marto sewaktu kereta api senja utama sudah sampai di Stasiun Tugu. Hawa Yogya
membuat hati diana teraduk. Ada cinta yang ia paksa patahkan karena keadaan dan ada misi penting
yang harus ia sampaikan kepada Eyang Praja.

Berdua mereka menaiku becak menuju Suryodiningratan terlebih dahulu dan baru becaknya balik ke
arah Gamelan. Diana ingin mengantar Eyang Marto hingga rumahnya. Perjalanan yang tentu akan
membuka kenangan indahnya. Diana akan melewati rumah Mas Bayu! (Bersambung By : Wita Lexia )

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*