harmono 06/08/2014

Prostitusi Bakal DipidanaPOSKOTA.CO – Fenomena prostitusi melibatkan pelajar di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinilai Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Lentera Kartini Hj Forisni Aprilista masalah sangat serius yang harus menjadi perhatian semua pihak.

“Orang tua punya peran paling besar dalam mencegah hal ini karena mereka wajib mengawasi perkembangan pergaulan anak-anaknya. Kalau di sekolah kan hanya beberapa jam, sedangkan sisanya di bawah pengawasan orang tua,” kata Hj Forisni Aprilista di Sampit, Selasa.

Aktivis perempuan ini tidak menampik tentang terungkapnya fenomena memprihatinkan belakangan ini, yakni adanya pelajar yang terlibat prostitusi terselubung yakni dengan menjadi pekerja seks untuk pelanggan tertentu.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Kartini bahkan pernah membina pelajar yang terlibat prostitusi karena salah pergaulan. Dari upaya pembinaan yang dilakukan, akhirnya pelajar tersebut berhasil keluar dari pergaulan terlarang tersebut.

Forisni menilai, pelajar dan mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua sangat rawan terjerumus ke pergaulan seks bebas, bahkan menjadi pekerja seks komersial. Kurangnya pengawasan orang tua membuat mereka bebas bergaul dengan siapa saja, termasuk dengan lawan jenis.

“Mencari kos yang ada pemiliknya di tempat yang sama, merupakan salah satu cara mencegah anak kita terjerumus pada pergaulan bebas. Komunikasi orang tua dengan pemilik kos juga harus terjalin sehingga bisa sama-sama turut mengawasi,” kata Forisni memberi saran.

Keprihatinan inilah yang membuat Lentera Kartini tidak bosan memperingatkan orang tua agar terus memantau dan mengawasi pergaulan anaknya. Terlebih saat sosialisasi ke kecamatan-kecamatan di luar kota, pihaknya meminta orang tua memantau jika ada anak mereka yang sekolah atau kuliah merantau jauh dari orangtua.

Perempuan yang pernah menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kotim ini juga memperingatkan seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan kepada anak. Pasalnya, pergaulan bebas juga bukan mustahil terjadi lantaran lemahnya pengawasan dari orangtua meski mereka tinggal dalam satu rumah.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*