PRIA YANG DIDUGA SANTOSO TEWAS DITEMBAK TIM SATGAS TINOMBALA – Poskota.co

PRIA YANG DIDUGA SANTOSO TEWAS DITEMBAK TIM SATGAS TINOMBALA

POSKOTA.CO – Terjadi baku tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok teroris di Pegunungan Sambarana, Poso, Senin sore. Dalam baku tembak tersebut, pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang selama ini diburu, Santoso alis Abu Wardah diduga tewas tertembak.

“Dua OTK mati kena tembak. Kami belum pastikan dia adalah Santoso. Tapi diduga salah satunya adalah Santoso,” ujar Wakapolda Sulteng Kombes Leo Bona Lubis, Senin (18/7).

Peristiwa baku tembak itu terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Tim Satgas Tinombala awalnya menemukan lima orang tak dikenal.

“Ada dua akhwat dan tiga orang laki-laki,” ujar Leo.

Dua orang laki-laki tersebut terkena luka tembak. Salah satu di antaranya itulah yang diduga merupakan Santoso. Sedangkan tiga lainnya melarikan diri.

Saat ditanya siapa sosok kedua perempuan itu, Rudy belum bisa memastikannya.

“Belum bisa kami pastikan, apakah termasuk salah satunya istri Santoso atau bukan karena mereka kabur,” imbuh Rudy.

Dari 31 daftar DPO teroris kelompok Santoso yang pernah dirilis Mabes Polri, ada tiga orang perempuan yang merupakan istri dari Santoso, Basri dan Ali Kalora.

Selama Operasi Tinombala, dari 31 kelompok Santoso ini, saat ini tersisa 19 anggota lainnya yang masih berada di atas pegunungan.

Baku tembak terjadi ketika kelimanya tengah berada di dekat sungai. Ada anggota teroris yang melihat Satgas Tinombala saat hendak menyergap, sehingga kemudian terjadi kontak senjata.

Ditembak Prajurit Raider Kostrad
Dugaan pria yang tewas tertembak Tim Satgas Tinombala adalah Santoso semakin menguat. Kapuspen TNI, Mayjen Tatang Sulaiman menyebut bahwa pria diduga Santoso tewas setelah ditembak oleh prajurit Raider Kostrad yang juga tergabung di Satgas Tinombala.

“Jadi ada kontak senjata di koordinat UTM 2027-6511. Kontak tembak dari Satuan Tugas Batalyon Raider 515 Kostrad. Yang jelas tim satgas penugasan pengejaran Santoso,” kata Mayjen Tatang, Senin (18/7).

Tatang membenarkan, baku tembak terjadi sekitar pukul 17.00 WIT. Ada lima orang yang terlibat baku tembak dengan tim Satgas Tinombala, dua orang di antaranya tewas. Salah satunya diduga Santoso.

“Dua orang meninggal salah satu cirinya berjenggot dan mempunyai tahi lalat yang ciri-cirinya dicurigai mirip Santoso,” jelas Tatang.

Saat ini, tim masih melakukan evakuasi, karena lokasi penembakan yang jauh, sekitar 60 km dari Poso, tepatnya berada di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Sulteng. Tim akan langsung membawa dua jenazah itu ke RS Bhayangkara di Poso untuk diidentifikasi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.