PRESIDEN JOKOWI RESMI BUKA POSPENAS VII TAHUN 2016 DI BANTEN – Poskota.co
Saturday, September 23

PRESIDEN JOKOWI RESMI BUKA POSPENAS VII TAHUN 2016 DI BANTEN

POSKOTA.CO – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII Tahun 2016. Pembukaan Pospenas ini ditandai dengan pemukulan bedug oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menko PMK Puan Maharani dan Gubernur Banten Rano Karno.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyinggung tentang latar belakang penetapan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober serta berbarengan dengan event tiga tahunan ini yakni Pospenas. Penetapan Hari Santri Nasional dilatarbelakangi oleh resolusi jihad yang digaungkan oleh KH Hasyim Asyari pada tahun 1945.

“Pada Malam ini, saya mengajak untuk menemukan kembali api semangat yang berkobar pada 71 tahun lalu ketika KH Hasyim Asyari menggelorakam resolusi jihad untuk kemerdekaan Indonesia,” kata Presiden Jokowi, di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Banten, Sabtu (22/10) malam.

Presiden Joko Widodo didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menpora Imam Nahrawi, Menko PMK Puan Maharani dan Gubernur Banten Rano Karno, memukul bedug menandai pembukaan penyelenggaraan Pospenas VII tahun 2016 Banten, di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Sabtu (22/10) malam.
Presiden Joko Widodo didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menpora Imam Nahrawi, Menko PMK Puan Maharani dan Gubernur Banten Rano Karno, memukul bedug menandai pembukaan penyelenggaraan Pospenas VII tahun 2016 Banten, di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Sabtu (22/10) malam.

Setelah 71 tahun ini, lanjut Jokowi, api semangat jihad tersebut tidak boleh padam dalam diri para santri, namun harus terus hidup di dalam diri santri untuk berjuang mengisi kemerdekaan Indonesia. Kekuatan kita sebagai bangsa sesungguhnya adalah semangat jihad, semangat kebangsaan yang diwariskan oleh para pahlawan kita, yakin dengan semangat itu kita optimis dalam menghadapi segala tantangan untuk menjadi bangsa pemenang.

“Peringatan Hari Santri Nasional yang pertama tahun ini, diperingati oleh seluruh santri se-Indonesia, di pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia, para santri merayakan hari besar ini, saya ucapkan selamat Hari Santri Nasional untuk para santri,” ucap Jokowi.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, pelaksanaan Pospenas bertepatan dengan Hari Santri Nasional ini untuk menunjukkan bahwa santri tidak hanya mampu mengaji, namun mempunyai kompetensi lain yang bisa memberikan kontribusi bagi negara.

“Para santri diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi negara, saya ucapkan kepada seluruh santri, selamat bertanding,” kata Gubernur Banten pada kesempatan tersebut.

Pospenas tahun ini Banten menjadi tuan rumah atau penyelenggara, adalah sebuah kehormatan bagi masyarakat Banten karena dipercaya sebagai tuan rumah Pospenas VII.

“Kami ucapkan terima kasih pada pemerintah pusat karena Banten dipercaya sebagai tuan rumah. Kepercayaan ini akan kami pegang dan dijaga agar penyelenggaran Pospenas berjalan baik,” ujar Rano.

Dengan Hari Santri dan penyelenggaraan Pospenas ini, bisa menunjukkan bahwa santri tidak hanya pandai di bidang agama namun juga dalam bidang olahraga dan seni. Pembukaan Pospenas dan peringatan Hari Santri ini diikuti ribuan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.