taher 30/09/2016

POSKOTA.CO – Presiden RI Joko Widodo direncanakan akan membuka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII di Serang, Banten, yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Pendidikan Diniyah bekerja sama dengan Kemendikbud, Kemendagri dan Kemenpora.

“Penyelenggaraan tahun ini memiliki arti khusus, karena penyelenggaraannya bertepatan dengan Hari Santri Nasional yang diperingati pada 22 Oktober setiap tahun. Insya Allah Bapak Presiden akan membuka Pospenas,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, saat jumpa pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (30/9).

Pospenas merupakan ajang tiga tahunan yang diselenggarakan untuk para santri di seluruh Indonesia.
Ini ajang pembuktian para santri untuk menunjukkan prestasinya, bukan belajar agama saja tetapi juga memiliki kemampuan di bidang olahraga dan seni.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, memberi keterangan mengenai Pospenas VII yang akan diselenggarakan di Serang, Banten, saat jumpa pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (30/9).
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, memberi keterangan mengenai Pospenas VII yang akan diselenggarakan di Serang, Banten, saat jumpa pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (30/9).

Selain itu, Pospenas juga menjadi wahana untuk membentuk jati diri pondok pesantren untuk berlomba dalam kebaikan dan mengharap rida Allah.

“Oleh karena itu, penting bagi santri untuk bisa sehat secara jasmani dan rohani lewat kompetisi olahraga dan seni. Pospenas juga dapat menemukan dan mencetak para atlet bagi bangsa. Kompetisi seni dan olahraga santri nasional itu akan diikuti enam ribu santri dari pondok pesantren di seluruh Indonesia yang terdaftar di Kementerian Agama,” ujar Menag.

Lukman mengatakan, Pospenas VII tahun 2016 ini akan mempertandingkan sejumlah cabang olahraga, di antaranya sepak bola, atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri dan panahan.

“Sementara itu, cabang seni di Pospenas tahun ini yang dilombakan di antaranya seni teater, kasidah, hadrah, stand-up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf dan fotografi Islam,” ungkap Lukman. (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*