harmono 18/07/2016
Rahmatullah
Rahmatullah

POSKOTA.CO – Jika Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golongan Karya (Golkar) diberikan kursi dalam kabinet sebagai syarat merapatnya ke pemerintah atau ucapan terima kasih jelas menyakiti hati rakyat.

Ketua Umum Partai Rakyat Berdaulat (PRB), Rahmatullah kepada wartawan Minggu(17/7) malam, menyarankan kepada Jokowi, untuk tidak menambah kursi menteri kepada orang partai.

Karena yang sudah ada sekarang ini saja belum beres. Masih menteri-menteri partai yang tak mampu menjalankan tugasnya. Puan Maharani, menteri pertanian, misalnya.

“Jadi, jangan menambah kursi menteri kepada orang partai lagi. Justru yang benar mengurangi. Jangan rakyat dibohongi terus. Jokowi dan orang-orang partai dulu yang menggembar-gemborkan koalisi tanpa syarat. Sekarang malah rebutan minta jatah,” katanya.

Jokowi, menurut Rahmatullah, harusnya peka dalam hal itu. Dia, sebagai Presiden harus konsisten dalam hal melakukan evaluasi terhadap para menteri-menteri. Jangan karena desakan dari partai dia mengingkari janjinya-janjinya kepada rakyat.

Menyoroti Kapolri yang baru, Jenderal Pol. Tito Karnavian (Tikar) dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Pol. Badrodin Haiti yang pensiun, bukanlah sebagai seorang jenderal yang terbaik dari para jenderal polisi yang masih aktif. Masih banyak yang harus dia hadapi dalam mengemban tugas beratnya itu.

Menurut Rahmatullah, dalam pekerjaan Polri banyak yang harus dikerjakan. Dan yang paling mudah terlihat dari penempatan-penempatan jabatan-jabatan strategis. Dari Kapolda sampai kepada Kapolsek.

“Masih banyak terlihat Kapolri hanya menempatkan saja, tapi sebenarnya yang ditempatkan itu tak mampu mengemban tugas. Akibatnya masih banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan,” katanya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :