POSITIF DOPING, ATLET YUNANI DICORET DARI OLIMPIADE – Poskota.co

POSITIF DOPING, ATLET YUNANI DICORET DARI OLIMPIADE

POSKOTA.CO – Seorang anggota tim Yunani dicoret dari Olimpiade Rio de Janeiro setelah dinyatakan positif mengonsumsi obat-obatan, demikian keterangan komite olimpiade negara tersebut, Jumat (5/7).

Sampel A dari atlet yang tidak disebutkan identitasnya itu terbukti positif untuk zat-zat terlarang pada tes pra olimpiade yang diselenggarakan pada Juli di Athena, dan sang atlet telah meninggalkan perkampungan olimpiade.

Ini merupakan hasil tes positif untuk kedua kalinya dari atlet di mana tim-tim telah tiba di Rio, setelah petinju Irlandia diskors sementara pada Kamis karena gagal tes doping.

“Kepemimpinan tim olimpiade di Rio mengumumkan sampel pertama anggota tim positif pada tes obat-obatan yang dilakukan pada awal Juli di Athena,” kata Komite Olimpiade Yunani (HOC).

“Komite Olimpiade Yunani meminta pengujian setiap atlet Yunani yang ambil bagian di olimpiade. Anggota tim spesifik itu kini telah meninggalkan perkampungan atlet olimpiade.”

HOC mengirim tim berisi 97 orang ke Kota Brasil untuk olimpiade pertama yang diselenggarakan di Amerika Selatan. Ofisial HOC mengatakan kepada Reuters bahwa tes dilakukan pada 5 Juli, dan sang atlet telah dipulangkan ke Yunani.

Ia mengatakan, tidak ada nama atau cabang olahraga yang akan diumumkan ke publik, sampai sampel B telah diuji atau sang atlet melepaskan hak untuk uji kedua. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_445" align="alignleft" width="300"] Kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dalam pilkada Jawa Timur 2013, Kenny Hasibuan, menunjukkan surat yang akan diberikan kepada Mendagri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2). (ANTARA)[/caption] POSKOTA.CO - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membatalkan jadwal pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih Soekarwo-Saifullah Yusuf, 12 Februari 2014. "Kami ke sini untuk menemui Mendagri guna menjelaskan permohonan klien kami (Khofifah-Herman) untuk tidak melantik pasangan Soekarwo-Saifullah," kata Kuasa Hukum Khofifah, Romulo HSA Silaen, di Jakarta, Senin. Menurut Romulo, permohonan pembatalan pelantikan ini karena ada pernyataan dari Akil (mantan Ketua MK Akil Mochtar) bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah-Herman. "Ini karena ada statement dari Pak Akil bahwa dalam putusan panel yang dimenangkan adalah Khofifah, kenapa setelah Akil ditangkap, putusan itu berubah. Ada yang merugikan klien kami," katanya. Selain itu, Romulo menilai, MK telah melanggar undang-undang MK, yang tidak melibatkan ketua dalam RPH. "Ada cacat hukum dari putusan MK, pertama tidak melibatkan Akil sebagai ketua panel, dan tidak sesuai isi putusan panel yang diputus oleh panel sebelumnya, yang 3 orang itu, Akil, Maria, Anwar Usman, ini melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang MK, yaitu diputuskan oleh 9 atau dalam keadaan luar biasa 7 orang, dan dipimpin oleh ketua MK, putusan itu tidak melibatkan Akil dan putusan itu berbeda dengan putusan panel yang ditetapkan sebelumnya," katanya. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dedy Suprayitno mengatakan hingga saat ini  belum ada rencana pengunduran pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari 2014. "Rencana itu masih berjalan, pelantikan sudah direncanakan, belum ada (pengunduran)," kata Dedy. (djoko/ant)