harmono 19/08/2016
ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Kepolisian Kota Bandarlampung membentuk Satuan Tugas Anti-Radikalisme, Komunisme dan Terorisme (RKT) untuk membantu menjaga keamanan di Kota Tapis Berseri ini.

“Pembentukan Satgas Anti-RKT ini dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Tapis Berseri, satgas ini telah dirancang selama sebulan berkoordinasi dengan seluruh pejabat di Kota Bandarlampung,” kata Kapolresta Bandarlampung Kombes Hari Nugroho, di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan, satgas ini dibentuk pada setiap kelurahan yang beranggotakan 10 orang, sehingga total memiliki anggota 1.260 orang di Bandarlampung.

Hari menjelaskan satgas itu terdiri dari pemuka agama, masyarakat, tokoh pemerintahan, pelajar, dan ditambah pejabat kota, kecamatan, dan kelurahan, serta dalam tugasnya satgas ini akan mengawali kegiatan dengan melakukan sosialisasi bahaya gerakan RKT hingga memberikan informasi terkait warga dan kelompok mencurigakan yang mengarah kepada hal berbahaya.

“Kami meminta segera memberikan informasi kepada kami bila ada orang yang mencurigakan dan tidak pernah bersosialisasi, jarang berada di rumah, itu dilaporkan saja. Kami tidak menuduh orang yang seperti itu, tetapi kecenderungan memang orang yang seperti itu yang mengarah ke RKT,” katanya lagi.

Pihaknya akan selalu menindaklanjuti semua informasi terkait RKT yang masuk ke Satuan Intelijen Polresta Bandarlampung. “Seperti yang memakai kaos bergambar palu arit tetap kami dalami, kemudian kelompok yang terindikasi menganut paham radikal harus ada tindak lanjutnya,” kata dia lagi.

Menurut dia, saat ini gerakan terorisme di Bandarlampung masih belum tercium anggotanya, akan tetapi untuk paham-paham radikal terdapat di beberapa tempat dan daerah yang terus dilakukan pemantauan.

“Sementara ini dari pemantauan kami, untuk teroris tidak ada, tetapi untuk paham radikal ada dan itu tetap kami pantau, tetapi kami tidak menuduh bila mereka murni mengikuti paham radikal,” kata Kapolresta Bandarlampung itu lagi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :