taher 16/06/2014

TANGKAP GENG MOTOR GARUTPOSKOTA.CO – Anggota Tim penasihat hukum Polda Metro Jaya AKBP Frida Maria membantah kasus salah tangkap yang melibatkan enam orang anggota polisi dari Polres Jakarta Pusat saat sidang prapradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin.

AKBP Frida Maria dari tim penasihat hukum Polda Metro Jaya memberi surat jawaban berisi penolakan permohonan prapengadilan dari tim pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Pihaknya juga menyatakan, penangkapan dan penahanan Zulfikar,34, dan Baharuddin,37, yang dilakukan enam anggota kepolisian Polres Jakarta Pusat pada 1 April 2014 di Pasar Rumput adalah sah menurut hukum. Pihaknya juga menolak untuk membebaskan dan membersihkan nama baik serta memberi ganti rugi pemohon.

Tim pengacara LBH Jakarta Ahmad Hardi Firman mengatakan, kasus ini bermula saat Zulfikar, Baharuddin dan Zulkifli ditangkap di kos Baharuddin pada 1 April 2014 karena dituduh mencuri di Sawah Besar pada 27 Maret.

Ketiganya ditangkap oleh enam petugas polisi tanpa surat penangkapan resmi dan dibawa ke dua tempat dengan mata ditutup lakban. Mereka dipaksa mengaku bersalah dan dipukuli karena tidak merasa bersalah. “Ada bukti foto, terlihat bekas luka pukulan di wajah mereka,” kata Hardi.

Ketiganya dibawa ke Polres Jakarta Pusat, tidak lama kemudian Zulkifli dibebaskan sehingga hanya Zulfikar dan Baharuddin yang ditetapkan sebagai tersangka. Hardi mengatakan, oknum polisi yang menangkap Zulfikar juga merampas uang Rp10 juta, jam tangan dan kalung.

“Padahal uang itu merupakan urunan dari saudara-saudaranya untuk pengobatan penyakit mata ibunya di Makassar,” kata dia.

Menurut hasil investigasi timnya dan berdasar saksi yang ada di kos Baharuddin pada saat kejadian, Zulfikar berada di kos saat pencurian berlangsung sehingga tidak mungkin kliennya punya kesempatan mencuri. “Kesimpulannya ini salah tangkap karena pelakunya bukan Zulfikar,” ujar dia.

Kedua terdakwa diancam pidana maksimal tujuh tahun lewat pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP atas dakwaan mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*