POLISI DIANCAM RACUN SIANIDA BUKAN GOYONAN – Poskota.co

POLISI DIANCAM RACUN SIANIDA BUKAN GOYONAN

Polwan keracunan makanan
Polwan keracunan makanan

POSKOTA.CO – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Syafruddin Kalo SH di Medan, Sabtu(20/2) mengingatkan, ancaman teroris kepada jajaran Polri meracun dengan sianida bukan guyonan. “Ini harus diwaspadai,” tandasnya.

Selama ini kelompok teroris tersebut sudah merasa terpojok dan banyak anggotanya yang telah ditangkap Polri. “Jadi, aktivitas para teroris itu semakin berkurang, dan mereka juga marah dengan apa yang dilakukan aparat penegak hukum tersebut,” ujar Syafruddin.

Ancaman yang dilakukan teroris terhadap Polri itu merupakan tantangan terhadap pemerintah, juga terhadap keamanan bangsa dan negara.

Selain itu, ancaman teroris tersebut diharapkan tidak dianggap sepele atau masalah kecil karena bisa membahayakan keselamatan negara dan rakyat.

“Jadi, pemerintah harus memikirkan masalah acaman tersebut, dan tetap melakukan koordinasi dengan BIN, TNI, serta Polri,” katanya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menginstruksikan seluruh jajarannya agar selalu waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan tugas karena adanya ancaman dari teroris yang terinspirasi kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang diracun dengan sianida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2898" align="alignnone" width="300"] Anang Iskandar[/caption] POSKOTA.CO- Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Komjen Anang Iskandar mendesak kepada Jaksa Agung Prasetyo untuk segera mengeksekusi terpida mati kasus narkoba. Salah satunya adalah terpidana mati yang kembali mengendalikan bisnis narkoba Warga Negara Nigeria, Silvester Obiek. "Iya, ingin (Silvester) segera dieksekusi mati? Saya laporkan tadi ke Pak Jaksa Agung," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Senin(2/2). Anang berharap, eksekusi mati yang dijalankan pihak kejaksaan, diharapkan tidak terlalu lama waktunya dari eksekusi mati pertama. "Kami ingin efek jera bagi mereka, eksekusi hukuman mati perlu tapi jangan sekali dan jedanya jangan terlalu panjang. Semoga gelombang kedua nggak tahun depan. Kami ingin penegak hukum punya integritas yang tinggi," ujar mantan Kapolda Jambi ini. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo mengaku, pihaknya masih menunggu grasi yang diajukan Silvester Obiek ke Presiden Joko Widodo(Jokowi). "Yang bersangkutan (Silvester) ajukan grasi, nanti kita cek lagi,‎" kata Prasetyo. Sebelumnya, petugas BNN mencokok seorang kurir shabu bernama Dewi disebuah parkiran hotel Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada pukul 22.30 WIB.Dari tangan Dewi petugas menyita barang bukti 1.794 gram shabu. Kepada penyidik, Dewi mengaku, dirinya disuruh Andi teman satu sel Silvester Obiek, untuk mengirimkan shabu tersebut kepada seseorang berinsial E yang masih buron. Belakangan diketahui, bisnis narkoba tersebut dikendalikan oleh Silvester Obiek yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan(LP) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan sudah beberapa kali tersangkut kasus narkoba dan divonis hukuman mati.(sapuji)