harmono 08/11/2016

POSKOTA.CO – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dalam Kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) segera dibangun di kawasan Sunter Jakut. “Bulan ini kita mulai bvangun,” ungkap Sumarsono Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Senin (7/11/2016).

Ada 139 perusahaan yang lolos pada proses lelang untuk PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Lelang menggunakan pola beauty contest. Pemenang lelang akan menjadi mitra PT Jakarta Propertindo (JakPro) untuk menggarap proyek senilai Rp2,9 triliun itu.

“Perusahaan itu punya pengalaman pengelolaan sampah di Singapura. Kita tidak mau ambil risiko dengan perusahaan yang tidak punya pengalaman,” ungkap dia.

ITF Sunter diproyeksikam mampu menproduksi listrik hingga 30 mega watt (MW). Pemprov DKI akan bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk penjualan listrik.

Soni mengungkapkan, antara Pemprov DKI dan PLN belum menemukan kata sepakat terkait harga. PLN meminta harga 9 sen dolar per Kwh, sementara DKI baru berani menawarkan harga 18,7 sen dolar per Kwh.

“Masih ada kendala. Sampai sekarang belum ada kesepakatan. Masih kita cari solusi, bisa saja harga 18,7 sen dolar per Kwh bisa turun menjadi 12 sen,” ujar dia.

Pembangunan ITF Sunter akan memakan waktu selama dua tahun. ITF Sunter diperkirakan akan mulai beroperaai pada 2019.

ITF Sunter merupakan salah satu dari empat ITF yang akan dibangun di Jakarta. Selain di Sunter, ITF juga akan di bangun di kawasan Cakung Cilincing (Cacing), Marunda, dan Duri Kosambi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :