PILUNYA HATI SEORANG IBU LIHAT ANAKNYA MATI DIBUNUH – Poskota.co

PILUNYA HATI SEORANG IBU LIHAT ANAKNYA MATI DIBUNUH

polisi memeriksa kondisi mayat
polisi memeriksa kondisi mayat

POSKOTA.CO – Mujiah,62, seorang ibu histeris melhat anaknya Susanto alias Ong, 37, ditemukan tergolek dengan leher dan tangan terikat tali plastik di tempat usahanya daerah Pedongkelan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Hari itu, Minggu(6/3), Mujiah hendak hendak mengantar satu rantang nasi berikut ikan dan telor ceplok untuk makan malam. Namun ketika masuk kios tak menemukan anaknya. Ia pun memanggilnya, namun tak ada jawaban.

Melihat tumpukan pakaian Mujiah hendak mengemasi untuk dirapikan, betapa kagetnya ia mendapatkan anaknya dengan wajah ditutupi jaketnya sudah tewas penuh darah.

Mujiah pun berteriak minta tolong sehingga membuat warga sekitar berdatangan ke kios Susanto .

Titin, 40, warga mengatakan, Minggu subuh sekira Pk 04;15, sempat melihat dua lelaki muda masuk ke kios korban. “Saya kira mereka main PS.Dua pasang sandal orang itu kelihatan di depan kios,” katanya.

Susanto memang membuka usaha PS nya hanya pada malam hari mulai jam 18;30 sampai pagi, dan siangnya tidur. Ibunya setiap malam rutin mengantar nasi untuk Susanto yang semasa hidupnya sangat baik kerap membantu orangtunya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Didik Sugiarto SH, Sik yang datang bersama anggotanya ke tempat kejadian setelah melakkukan olah TKP telah mencurigai dua orang yang dikenal korban sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.