Djoko Waluyo 26/09/2015

duitPOSKOTA.CO – Bagi kebanyakan orang, saat-saat yg paling membahagiakan adalah ketika mereka “menerima” sesuatu dari orang lain. Di korps Kepolisian ada seorang anggota berpangkat perwira yang sangat dermawan. Dia selalu memberi & tidak pernah mengharapkan balasan apapun.

Suatu ketika seorang wartawan mewawancarai perwira tersebut
“Kapan Anda memberi ?”
Pria tersebut menjawab,
“Ketika saya merasa Kaya…”
“Kapan Anda merasa kaya ?”
“Ketika saya Memberi…”
Sungguh jawaban yg luar biasa…

Merasa kaya tidak selalu berarti harus benar² kaya, sebenarnya kaya atau tidak itu adalah masalah Mentalitas. Ada orang yg sudah mapan secara finansial, tapi terus menerus merasa kurang & maunya dibantu terus.

Ada juga orang yg penghasilannya biasa-biasa saja, tapi dia merasa cukup, bahkan merasa kaya, sehingga dia mau berbagi kepada orang lain.

Jadi bagaimanapun keadaan finansial kita saat ini, sesungguhnya memberi itu bisa di lakukan dgn mudah. Melayani dengan baik, membantu kesulitan bagi mayarakat dan menyapa warga yang sedang kebingungan, juga merupakan pemberian.

Pemberian non materi ini sering diabaikan padahal nilainya lebih mulia. Semboyan pengayom dan pelindung hanya dijadikan slogan saat upacara. Padahal pada hakikatnya jauh lebih berbahagia ketika kita memberi daripada menerima, inilah keanehannya.

“Semakin banyak memberi, kita akan semakin berkelimpahan. Hidup akan menjadi penuh makna & oleh karenanya kita akan jauh lebih Bahagia. Itu seharusnya harta kekayaan yang harus dimiliki setiap insan Polri, ” ungkap perwira muda itu.

Terlalu pelit untuk memberi, akan membuat hidup kita Selalu merasa Kekurangan, kita tak akan pernah merasa cukup, seumur hidup kita akan di perbudak oleh kekayaan kita & kita tak akan Bahagia. Marilah belajar untuk menjadi murah hati. (oko)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*