admin 27/01/2014

Dua petugas sedang melakukan pendistribusian elpiji. (DOK)
Dua petugas sedang melakukan pendistribusian elpiji. (DOK)
POSKOTA.CO – PT Pertamina terancam denda antara Rp 1 miliar hingga Rp25 miliar, karena menaikkan harga gas secara sepihak.

Saat ini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah mengumpulkan bukti-buktinya. “Jika KPPU berhasil membuktikan bisnis liquid petroleum gas (LPG) 12 kg yang selama ini digeluti Pertamina masuk katagori monopoli tentu ada sanksinya,” papar Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPPU Ahmad Junaidi.

KPPU sendiri telah memanggil Pertamina untuk meminta klarifikasi mengenai kebijakan menaikkan harga elpiji 12 kg.
Sebab berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 002/PUU-I/2003 tanggal 15 Desember 2004, menyatakan adanya campur tangan pemerintah dalam kebijakan penentuan harga untuk cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup rakyat banyak seperti BBM dan gas bumi ini.

Karena dasar tersebut KPPU menilai tindakan Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg merupakan tindakan yang tidak memiliki dasar kewenangan.

Meski tindakan Pertamina menaikkan harga LPG secara sepihak mengarah pada monopoli tetapi Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada menilai apa yang dilakukan Pertamina tidak termasuk dalam katagori monopoli. Sebab badan usaha manapun bisa masuk ke dalam bisnis LPG 12 kg jika menginginkannya.

Menurut Fahmy, meruginya Pertamina dalam bisnis LPG 12 kg terbilang aneh. Tindakan tersebut disinyalir lantaran BUMN tersebut tak ingin ada badan usaha lain yang bisa terjun ke bisnis LPG 12 kg sebagai bagian dari entry barrier.

Sementara itu pemerhati minyak, Kurtubi mengatakan harusnya BPK cermat dalam mengeluarkan opini menggenai kerugian Pertamina di bisnis LPG 12 kg.

“Harusnnya rekomendasi BPK adalah meminta agar Pertamina mengefesienkan pengadaan LPG 12 kg,” terang Kurtubi. Kurtubi menilai sampai saat ini pengadaan LPG Pertamina belum efesien. (djoko)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*