harmono 12/11/2016

POSKOTA.CO – Peran aparat keamanan itu penting, tapi jangan sampai berlebihan. Seperti ada situasi yang sangat genting. “Ada kerugian bagi calon jika mendapat pengamanan yang ketat,” ungkap Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno dalam Diskusi Polemik ‘Hitam Putih Pilkada DKI’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/11/).

Setelah ada penolakan saat kampanye pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di beberapa daerah, polisi melakukan pengetatan pengamanan terdapat saat kampanye pasangan calon tersebut.

KPU DKI Jakarta sudah berkomunikasi dengan Polisi dan Bawaslu untuk memetakan wilayah yang rawan dalam kampanye. Pihaknya sudah memiliki titik-titik rawan.

Sumarno mengingatkan, beberapa titik penolakan harus diantisipasi. Data wilayah yang rawan Bawaslu yang punya. Kita akan koordinasi untuk pastikan calon aman.

Kampanye adalah hak setiap pasangan calon. Masyarakat tidak boleh menghalang-halangi saat pasangan calon berkampanye. “Ini tidak boleh terjadi. Semua calon berhak melakukan kampanye di seluruh wilayah DKI,” tandasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

BREAKING NEWS :