Djoko Waluyo 17/06/2014

JK-jokowiPOSKOTA.CO – Cawapres M Jusuf Kalla menerima “curhat” (curahan hati/keluhan) soal pasokan bahan baku kedelai dan isi tabung gas yang tidak sesuai standar saat mengunjungi sentra perajin tempe di Sentra Kerajinan Tempe Sanan, Jalan Sanan Purwantoro, Blimbing, Malang.

“Para perajin mengeluhkan pasokan bahan baku kedelai dan isi tabung gas yang berkurang. Ini harus segera diselesaikan,” kata cawapres nomer urut 2 itu saat mengunjungi sentra kerajinan tempe di Malang, Selasa.

Kunjungan di Malang itu merupakan rangkaian safari kampanye di Jawa Timur. Sebelumnya, Cawapres Jusuf Kalla mengunjungi Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, pimpinan H Mawawi Abdul Djalil dan Pondok Pesantren Amanatul-umah di Pacet, Mojokerto, pimpinan KH Asep Syaifuddin.

Kedatangan JK ke pesantren itu tidak dikhususkan untuk meredam peredaran Obor Rakyat yang memuat tulisan berisi kampanye hitam terhadap Jokowi-JK, tapi untuk bersilaturahim, minta doa restu, mohon petunjuk, dan meminta dukungan.

Saat bertemu perajin tempe di Malang itu, Jusuf Kalla menegaskan bahwa sentra-sentra perajin seperti inilah yang harus terus dikembangkan.

“Persoalan utamanya, pertama, ketersediaan pasokan bahan baku serta pasokan gas dan pemasaran yang lebih luas,” kata Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla, persoalan seperti itulah yang harus diselesaikan pemerintah, karena itu pasangan Jokowi-JK akan terus mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat sehingga bisa memberikan solusi terbaik.

“Kedelai lokal dan impor, padahal kedelai lokal diakui lebih gurih karena itu produksi kedelai lokal harus ditingkatkan,” kata Jusuf Kalla.

Selain persoalan pasokan gas dan kedelai, Jusuf Kalla juga menekankan perlunya dikembangkan koperasi untuk mewadahi sentra-sentra perajin UMKM seperti ini.

Sebelumnya, saat berdialog dengan para perajin tempe mengeluhkan soal isi tabung gas tiga kilogram yang berkurang. Menurut mereka biasanya tabung gas isi tiga kilogram bisa digunakan selama enam jam nonstop, namun saat ini hanya bisa digunakan selama 4,5 jam.

Mendengar keluhan para perajin tersebut Jusuf Kalla sempat melakukan kontak langsung ke Dirut PT Pertamina, Karen Agustiawan. Namun meski dua kali dikontak, HP Karen tidak bisa tersambung hanya terdengar nada di luar jangkauan.

“Saya sudah telepon Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan tapi nggak nyambung, tapi nanti akan saya bicarakan persolan ini,” kata Jusuf Kalla.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*