Djoko Waluyo 25/11/2015

pupukPOSKOTA.CO – Penyerapan pupuk bersubsidi urea di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, relatif rendah akibat dampak kemarau panjang. “Penyaluran pupuk urea sampai September 2015 mencapai 51 persen atau 7.865 ton dari target 15.289 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Rabu.

Menurut dia, penyebab rendahnya penyerapan pupuk itu akibat dampak kemarau panjang sehingga petani banyak menganggur. Bahkan, hingga pertengahan November 2015 ribuan hektare persawahan mengalami kekeringan.

Petani bisa melakukan tanam padi dengan cara menggunakan pompanisasi yang mengambil sumber air permukaan, sungai atau jaringan irigasi.

Sedangkan, persawahan marjinal dibiarkan begitu saja tanpa tanaman. “Kami berharap pada Desember mendatang bisa dilakukan percepatan tanam, sehingga penyerapan pupuk bersubsidi meningkat,” katanya.

Ia juga mengatakan, selama ini petani belum menggunakan pupuk bersubsidi karena jadwal tanam mengalami pelambatan.

Semestinya, petani pada September-Oktober 2015 sudah melakukan gerakan percepatan tanam, namun hingga kini masih kekeringan.

Akibat pelambatan tanam maka penyerapan pupuk juga rendah, seperti pupuk urea 51 persen atau 7.865 ton dari target 15.289 ton, pupuk organik 13 persen atau 235 ton dari target 1.795 ton dan pupuk SP-36 sekitar 24 persen atau 1,483 ton dari target 6.038 ton.

“Kami berharap Desember 2015 memasuki musim hujan sehingga bisa terserap pupuk bersubsidi hingga 100 persen,”ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi agar terserap oleh petani sesuai permintaan petani yang tergabung dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*