Djoko Waluyo 16/12/2014

warmengPOSKOTA.CO – Mungkin inilah yang harus menjadi perhatian Walikota Bogor. Warung remang-remang yang juga menjadi penginapan buat berkencan berlokasi di Jalan Raya Gunung Batu No. 57, Kota Bogor semakin menggeliat dan ramai pengunjung.

Bukan karena tempat ini haram, harga sewa kamar yang memakai sistem jam pada penginapan ini relatif terjangkau, mulai dari harga Rp. 75.000,- hingga Rp.150.000,-.

Penginapan dengan fasilitas kamar seadanya yang satu atap dengan Koperasi ASO, tepatnya diseberang SPBU 34-16115 ini, kerap dikunjungi oleh pasangan bukan suami istri, bahkan, ada oknum aparat yang menjadi pelanggan di penginapan murah meriah ini.

“Yang datang disini banyak pak, pelangganya macam – macam, aparat juga ada. Nah cewenya masing – masing bawa dari luar,” ungkap Asep bukan nama sebenarnya yang sehari – hari mencari nafkah di penginapan itu.

Saat ditemui di lokasi, wanita bertubuh sintal dan berparas manis yang mengaku bernama Lani warga Leuwiliang mengaku menjajakan diri di penginapan tersebut demi menafkahi dan membiayai sekolah adik – adiknya yang masih duduk di SD dan SMP. “Saya terpaksa kang, sebab saya tulang punggung keluarga tak mampu yang sehari – hari sebagai buruh tani. Maka saya yang membayar sekolah dan biaya hidup keluarga,” tutur Lani (32).

Sementara, Ketua Gerakan Persaudaraan Putra Pribumi (GPPP) Bogor Raya, H. Rahmad Gunawan, saat dihubungi mengaku prihatin dengan dibiarkanya penginapan yang kerap dijadikan tempat mesum.

“Tugas berat bagi Walikota Bogor Bima Arya untuk menuntaskan persoalan penyakit masyarakat ini, sehingga Kota Bogor menjadi kota yang berkah dan bebas dari kemaksiatan,” kritik Ketua Bidang Advokasi Forum Umat Islam (FUI) di Bogor Raya ini.(hais).

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*