admin 27/01/2014

Mobil patroli polisi juga harus tertib dalam berlalulintas. (DOK)
Mobil patroli polisi juga harus tertib dalam berlalulintas. (DOK)
POSKOTA.CO- Indonesia saat ini merupakan negara yang memiliki jumlah sepeda motor terbanyak di dunia dan sebanyak 70 persen kecelakaan lalu lintas di Indonesia melibatkan pengendara motor.

Jangan Cuma masyarakat saja tetapi aparat yang ternyata juga melakukan pelanggaran lalu lintas, termasuk polisi yang tidak tertib dalam berlalu lintas harus ditindak.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI Hetifah di Jakarta, Senin (27/1). Politis Partai Golkar itu berpendapat, acapkali pengawalan kendaraan pejabat dilakukan dengan menyerobot jalur umum yang dilalui masyarakat.

“Seolah-olah dengan mengawal pejabat, kendaraan petugas kepolisian dibenarkan untuk tidak tertib di jalanan. Nah, berani tidak pemerintah menindak tegas sikap-sikap arogansi seperti ini?” katanya.

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan di jalan tol akibat adanya iring-iringan pejabat negara.

Jadi, ujar dia, perlu sikap tegas pemerintah untuk menjalankan peraturan bagi keselamatan berlalu lintas, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Sebagaimana diberitakan, Kementerian Perhubungan menyatakan inovasi teknologi lalu lintas melalui penerapan e-enforcement bakal dapat mewujudkan terciptanya tingkat keselamatan transportasi serta menekan jumlah kecelakaan yang terjadi di jalan raya.

Untuk itu, ujar dia, e-enforcement perlu diterapkan agar para pengendara motor lebih disiplin dan mempermudah pengawasan oleh pihak kepolisian lalu lintas. (djoko-antara)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*