taher 22/06/2014
VONIS HAKIM
VONIS HAKIM

POSKOTA.CO – Pengamat Sosial Universitas Gadjah Mada Prof. Tajuddin Noor Effendi mengatakan penegak hukum perlu meningkatkan perannya untuk memberikan pengayoman kepada masyarakat selama tahapan Pemilihan Presiden 2014 berjalan.

“Penegak hukum perlu bersikap lebih sigap dalam menindaklanjuti berbagai hal selama Pemilu Presiden 2014 yang berpotensi membuat suasana di masyarakat menjadi kurang kondusif. Kesiapsiagaan penegak hukum ini akan membuat masyarakat merasa terayomi,” kata Tajuddin di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, ada berbagai hal selama pelaksanaan Pemilu Presiden 2014 yang membuat masyarakat merasa khawatir, misalnya saja kampanye hitam yang masih terus muncul.

Masyarakat, lanjut dia, merasa kebingungan apakah isi kampanye hitam yang muncul tersebut sesuai dengan fakta atau hanya isu yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jika penegak hukum melakukan penanganan terhadap kampanye hitam itu, maka masyarakat akan merasa lebih tenang. Begitu pula sebaliknya,” katanya.

Selain kampanye hitam, sikap dari elit politik masing-masing pendukung calon presiden dan wakil presiden yang saling “serang” ditengarai juga memicu keresahan masyarakat.

Ia berharap, elit politik pendukung masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak menyampaikan pernyataan yang membuat masyarakat terpancing.

“Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden ini memiliki pendukung fanatik. Jangan sampai pernyataan dari para elit tersebut membuat mereka terpancing,” katanya.

Ia memperkirakan, persaingan antara kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden menjelang pelaksanan pemungutan suara akan semakin sengit seiring dengan semakin menipisnya perbedaan elektabilitas dari kedua calon.

“Jika hal ini tidak diantisipasi atau disikapi oleh penegak hukum, maka masyarakat akan merasa semakin khawatir. Peran penegak hukum harus lebih ditingkatkan,” katanya.

Kekhawatiran dari masyarakat, lanjut dia, akan hilang dengan sendirinya setelah hasil dari pemungutan suara tersebut ditetapkan secara sah.

Pemilu Presiden 2014 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*