Djoko Waluyo 20/06/2015

agusPOSKOTA.CO – “Saya tidak membunuh, yang membunuh Bu Margareith. Saya hanya diminta menguburkan jasad Engeline,” ungkap Agus kepada kuasa hukumnya Haposan Sihombing, setelah Agustinus Tae, 26, menjalani pemeriksaan di Polda Denpasar menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector ).

Menirukan keterangan kliennya, Haposan mengungkapkan, Agus bukanlah pembunuh yang menghabisi nyawa bocah yang duduk di bangku kelas dua SDN 12 Sanur itu. Namun yang membunuh gadis kecil itu sebenarnya Margareith, yang merupakan ibu angkat ANG.

Pria asal Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut hanyalah disuruh menguburkan jasad bocah itu. ’’Pengakuan terakhir klien saya dan langsung di-BAP, dia hanyalah berperan menguburkan jasad ANG,’’ ujar Haposan di Mapolda Bali, kemarin.

Haposan memerinci peristiwa mengerikan itu terjadi pada, 16 Mei pagi, Agus mendengar Margareith memanggil korban, tak lama kemudian, dia melihat korban menangis karena terus dipukuli Margareith.

Beberapa menit setelahnya, Margareith memanggil Agus. Agus pun mendatangi kamar Margareith dan melihat Engeline sudah terkapar lemas di lantai.

“Agus bertanya, ’Kenapa sampai begini?’ Margareith menjawab, ’Diam saja kamu’,’’ ujar Haposan mengutip keterangan Agus dalam BAP di Polresta Denpasar.

’’Selanjutnya, Agus disuruh membuka bajunya. Lalu, Margareith malah menyuruh Agus memerkosanya,’’ lanjutnya.

Tetapi, kata Haposan, kliennya tidak mau melakukan itu. Agus hanya mengikuti perintah Margareith untuk membungkus korban yang ternyata sudah meninggal dengan seprai. Agus juga memasukkan boneka, dan meletakkan baju di dada bocah malang tersebut.

Saat itu, Margareith berpesan, jika nanti ditangkap polisi, Agus harus mengaku telah membunuh dan memerkosanya. Margareith menjanjikan imbalan Rp 200 juta pada Agus.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*